Bencana Hidrometeorologi Mengancam hingga Akhir Oktober 2025, Ini Peringatan BMKG

Selasa, 21 Okt 2025, 13:10 WIB

SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mengingatkan warga Kalimantan Timur (Kaltim) untuk waspadai kemungkinan bencana hidrometeorologi akibat hujan yang diprakirakan terjadi pada 10 hari terakhir Oktober 2025.

"Ini karena hujan dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai dengan angin kencang dan petir," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor di Samarinda, Selasa (21/10).

Ket. Foto: Banjir di wilayah Kaltim. — Sumber: dok

Pada prakiraan peluang curah hujan Dasarian III (21-31 Oktober) 2025, kata dia, secara umum wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50 – 150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 80 persen.

Sementara itu sebagian wilayah Kaltim, khususnya bagian barat (sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kabupaten Mahakam Ulu) hingga bagian utara (Kota Bontang, Kutai Timur, dan Kabupaten Berau) diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi dengan peluang hujan antara 50 – 60 persen.

Ia melanjutkan pada prakiraan deterministik curah hujan Dasarian IIIOktober sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 75 - 150 mm.

Sedangkan pada sebagian kecil di wilayah Provinsi Kaltim bagian barat hingga utara diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori tinggi antara 150 – 200 mm.

Untuk prakiraan deterministik sifat hujan Dasarian III Oktober, lanjut dia, umumnya wilayah Kaltim diprediksi mengalami sifat hujan kategori atas normal antara 116 – 200 persen.

Selain memprakirakan hujan pada Dasarian III, Riza juga mengungkap hasil pemantauan hHari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian II Oktober (11-20 Oktober 2025), meski secara umum wilayah Kaltim mengalami hujan, namun ada juga dalam beberapa hari tidak terjadi hujan.

Menurutnya, seluruh wilayah Kaltim yang mengalami HTH berada dalam kriteria sangat pendek antara 1 – 5 hari hingga kriteria menengah antara 11 - 20 hari.

Wilayah dengan durasi HTH terpanjang berada di Kecmatan Talisayan dan Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, kemudian Kecamatan Linggang Bigung, Jempang, dan Siluq Ngurai di Kabupaten Kutai Barat.

"Ada pula Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Muara Kaman di Kabupaten Kutai Kartanegara, kemudian Kecamatan Tanah Grogot di Kabupaten Paser. Masing-masing kecamatan ini memiliki durasi HTH mencapai 13 hari," kata Riza.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.