Tanggap Darurat Gempa Flores Diperpanjang, ASITA Pastikan Pariwisata Tetap Berjalan

Senin, 31 Agu 2026, 16:31 WIB

Kupang -Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan perpanjangan masa tanggap darurat gempa bumi Flores hingga 12 September 2026 tidak memengaruhi aktivitas pariwisata di Pulau Flores.

Ketua ASITA NTT Oyan Kristian mengatakan hingga kini belum ada laporan dari anggota ASITA terkait pembatalan perjalanan wisata akibat perpanjangan masa tanggap darurat tersebut.

Ket. Foto: Destinasi wisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu daya tarik wisata Pulau Flores. — Sumber: Antara

"Untuk perpanjangan masa tanggap darurat ini tidak sama sekali mempengaruhi kegiatan dan aktivitas pariwisata yang sedang berjalan saat ini. Jadi tidak ada pembatalan, setidaknya ini dari anggota ASITA NTT yang sampai saat ini memang tidak menginformasikan kepada kami tentang ada tur yang batal," katanya saat dihubungi dari Kupang, Senin (31/8).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Oyan mengatakan aktivitas pariwisata di Pulau Flores tetap berjalan dengan pelaku usaha memberikan informasi terkini kepada wisatawan dan agen perjalanan mengenai kondisi destinasi.

ASITA NTT menggunakan informasi satu pintu dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai salah satu rujukan dalam menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Menurut Oyan, pembukaan kembali destinasi wisata yang telah dinyatakan aman menjadi langkah positif untuk menjaga aktivitas pariwisata tetap berjalan.

"Beberapa destinasi wisata sudah dibuka selama beberapa hari terakhir ini, seperti Danau Kelimutu itu sudah dibuka dari tanggal 25 Agustus. Kami pikir ini langkah yang baik untuk tetap mendorong agar kegiatan pariwisata tetap berjalan," ujarnya.

Ia menilai destinasi yang telah dinyatakan aman berdasarkan hasil asesmen dan pemantauan dapat kembali dibuka dan dipromosikan kepada wisatawan.

Namun, destinasi yang masih memiliki potensi bahaya, seperti Desa Adat Wae Rebo dan Liang Bua, dinilai sebaiknya tetap ditutup sementara hingga dinyatakan aman.

Menurut Oyan, penutupan sementara merupakan bagian dari upaya memastikan wisatawan dapat berlibur dengan aman dan nyaman, termasuk untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.

Selain kepastian keamanan destinasi, ia mengatakan pelaku usaha pariwisata membutuhkan informasi resmi dan akurat dari pemerintah mengenai kondisi terkini di lapangan.

"Kami membutuhkan validasi dari pemerintah melalui informasi-informasi yang benar dan resmi. Seperti saat ini kami mendapat informasi terkini dari BPOLBF yang secara reguler, hampir setiap hari kami mendapat informasinya," katanya.

Informasi tersebut menjadi referensi bagi pelaku usaha untuk disampaikan kepada wisatawan secara langsung maupun melalui mitra agen perjalanan.

ASITA NTT juga mendorong pemerintah mempercepat perbaikan fasilitas umum dan akses jalan Trans-Flores yang terdampak gempa dan longsor untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan, khususnya dalam perjalanan wisata Flores Overland.

Selain akses jalan, Oyan meminta bangunan yang digunakan wisatawan di kawasan destinasi diperiksa dan dipastikan aman sebelum kembali digunakan.

"Untuk fasilitas gedung-gedung di destinasi wisata yang mungkin digunakan untuk wisatawan beristirahat atau mendapat penjelasan tentang sebuah destinasi wisata, kami mohon agar dipastikan bangunan-bangunan itu sudah diasesmen, sudah dinyatakan aman, baru wisatawan boleh masuk," ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah memberikan dukungan anggaran khusus untuk promosi dan pemasaran destinasi wisata di Pulau Flores, termasuk Taman Nasional Komodo, serta melibatkan industri pariwisata dalam kegiatan promosi ke luar daerah.

"Tentunya promosi perlu terus dilakukan dengan menyampaikan informasi yang positif sekaligus sesuai dengan kondisi dan fakta terbaru di lapangan agar wisatawan mendapat gambaran yang jelas mengenai destinasi yang sudah siap menerima kunjungan pascagempa Flores," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.