Bukan Cuma Cari Minyak, PHI Pamer Jurus Anti Suap di APEKA 2026

Sabtu, 03 Okt 2026, 09:32 WIB

JAKARTA —Di tengah pemberian apresiasi kepada pewarta energi, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmen tata kelola bersih melalui penguatan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Komitmen itu dipaparkan dalam Program Bincang Asik Soal Migas ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Khusus di Jakarta, Kamis (1/10/2026), yang sekaligus menjadi puncak Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026.

Ket. Foto: Tim Compliance PHI, Abi M. Nugraha, menjelaskan PHI konsisten menerapkan SNI ISO 37001:2016 sebagai fondasi budaya integritas di seluruh lini bisnis hulu migas Regional 3 Kalimantan. Hal itu dipaparkannya dalam Program Bincang Asik Soal Migas ala PHI Edisi Khusus di Jakarta, Kamis (1/10), sekaligus puncak Apresias Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026 — Sumber: istmewa

Tim Compliance PHI, Abi Muhammad Nugraha, menjelaskan PHI konsisten menerapkan SNI ISO 37001:2016 sebagai fondasi budaya integritas di seluruh lini bisnis hulu migas Regional 3 Kalimantan.

“Melalui penerapan SNI ISO 37001:2016, kami terus mendorong budaya integritas dengan tidak mentoleransi segala bentuk penyuapan, menerapkan prinsip 4 No’s, yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality, serta memastikan proses bisnis berjalan sesuai ketentuan,” ujar Abi.

Menurutnya, SMAP bukan hanya tanggung jawab fungsi compliance semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh pekerja dan pemangku kepentingan, termasuk media. PHI mendorong upaya pencegahan penyuapan melalui pencegahan konflik kepentingan, due diligence, hingga perlindungan pelapor dugaan pelanggaran.

"Kami terus mendorong semua pihak untuk bersama-sama mencegah potensi penyuapan, termasuk mencegah konflik kepentingan, melakukan due diligence, serta melindungi pelapor atas dugaan pelanggaran," tegasnya.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menambahkan penerapan tata kelola yang baik menjadi prakondisi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri. Peran media sebagai mitra strategis dinilai krusial untuk membangun pemahaman publik yang akurat dan berimbang.

"Di tengah dinamika industri serta tantangan operasional, finansial, dan bisnis, media menjadi sarana edukasi publik yang efektif untuk membangun pemahaman dan dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap industri hulu migas nasional," kata Dony.

Apresiasi terhadap keterbukaan PHI juga datang dari Chairman Energy and Mining Editor Society (E2S), Azis Husain. Ia menilai di tengah maraknya hoaks, jurnalis membutuhkan informasi faktual dan terverifikasi, dan PHI dinilai konsisten melakukannya lewat forum rutin seperti BASO IGA PHI.

"Sebagai jurnalis, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang akurat di tengah dinamika dan transformasi media saat ini. Kami mengapresiasi PHI yang selalu terbuka memberikan informasi," ujar Azis.

Pada APEKA 2026 tahun kedua yang mengusung tema “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa” ini, PHI mengumumkan pemenang wilayah Jakarta. Untuk Karya Teraktif diberikan kepada Godang Sitompul dari Ruang Energi dan Ali Rachman dari Indoposco. Kategori Media Cetak Juara 1 Ahmad Nabhani dari Harian Ekonomi Neraca dan Juara 2 Fazry dari Rakyat Merdeka. Kategori Media Online Juara 1 Whisnu Bagus Prasetyo dari http://Investortrust.id dan Juara 2 Rio Indrawan dari Dunia Energi.

Melalui BASO IGA PHI dan APEKA 2026, PHI menegaskan sinergi perusahaan dan media tidak hanya soal publikasi, tetapi juga penguatan integritas dan edukasi publik tentang peran hulu migas Kalimantan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.