Inovasi dan Pergeseran ke Ekonomi Hijau Dorong Tiongkok Maju Pesat

Senin, 20 Okt 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Para ahli dalam episode terbaru Tiongkok Economic Roundtable yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Xinhua menyatakan Tiongkok dalam lima tahun terakhir mencapai kemajuan yang luar biasa dalam pembangunan berkualitas tinggi. Pencapaian itu didorong oleh inovasi dan pergeseran yang berkelanjutan menuju pertumbuhan hijau.

Seorang pejabat dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) Tiongkok, Xiang Wei mengatakan inovasi telah menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Tiongkok selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025).

Ket. Foto: Para ahli dalam episode terbaru Tiongkok Economic Roundtable yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Xinhua menyatakan Tiongkok dalam lima tahun terakhir mencapai kemajuan yang luar biasa dalam pembangunan berkualitas tinggi. — Sumber: istimewa

“Dengan mengembangkan kekuatan produktif berkualitas baru yang disesuaikan dengan kondisi lokal, Tiongkok memperdalam integrasi antara penelitian ilmiah dan penerapan industri, sehingga membuahkan hasil yang substansial,” kata Xiang.

Input inovasi meningkat secara signifikan, di mana tahun lalu, pengeluaran Tiongkok untuk penelitian dan pengembangan (litbang) meningkat hampir 50 persen dibandingkan pada akhir periode Rencana Lima Tahun ke-13. Intensitas litbang meningkat menjadi 2,69 persen, mendekati level rata-rata di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Sementara jumlah tenaga kerja litbang Tiongkok menempati peringkat pertama secara global.

“Terobosan juga dicapai di berbagai bidang teknologi kunci. Kemajuan dicapai di bidang tenaga nuklir, kereta cepat, dan peralatan teknik maritim. Di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), teknologi kuantum, penerbangan luar angkasa berawak, dan eksplorasi luar angkasa dalam (deep-space), Tiongkok telah melahirkan terobosan inovatif, yang mencatatkan beberapa tonggak pencapaian global,” kata Xiang.

“Tiongkok juga mencapai progres signifikan dalam pembangunan hijau selama lima tahun terakhir, kata He Jianwu dari Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara Tiongkok. Khususnya, instalasi energi terbarukan secara historis telah melampaui instalasi pembangkit listrik tenaga termal, sebuah pergeseran bersejarah bagi negara yang selama ini bergantung pada batubara.

Sektor kendaraan energi baru juga menonjol. Hingga Juli tahun lalu kata He, lebih dari separuh mobil penumpang baru yang dijual di Tiongkok merupakan kendaraan energi baru. Ini menyoroti upaya transisi hijau di negara tersebut.

Membuka Diri

Pakar ekonomi dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Ermatry Hariani, mengatakan, Tiongkok mencapai kemajuan ekonomi dan teknologi yang pesat selain karena populasi penduduk dan kebijakan industri yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, juga terutama etos kerja masyarakat dan nasionalisme yang kuat dalam mengadopsi produk dalam negeri.

“Sejak membuka diri terhadap investasi asing dan melakukan reformasi ekonomi banyak kebijakan strategis yang digelontorkan pemerintah. Bermodal jumlah penduduk yang besar sebagai pasar sekaligus tenaga kerja yang efesien karena punya etos kerja tinggi menarik banyak investasi asing membuka pabriknya,” kata Ermatry.

Pemerintah Tiongkok juga tidak segan-segan menyambut mereka dengan insentif pajak dan perdagangan yang menarik.

“Birokrasi pun diisi teknokrat yang berpengalaman sehingga mendukung kelancaran operasional. Pemimpinnya juga sadar korupsi dan biaya siluman harus ditekan agar investor percaya dan investasi iklimnya lebih ramah,” katanya.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa mengatakan kunci inovasi dan kemajuan di antaranya adalah supremasi hukum dan pemberantasan korupsi yang konsisten.

Dalam beberapa tahun terakhir Tiongkok menerapkan itu sehingga mengalami kemajuan pesat dalam ekonominya.

“Indonesia harus belajar banyak dari Tiongkok khususnya dalam pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme,” kata Awan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.