Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinyal Lampu Kuning! Dunia Usaha Belum Pulih, Tren Penurunan Berlanjut Hingga Akhir Tahun

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 20:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sinyal Lampu Kuning! Dunia Usaha Belum Pulih, Tren Penurunan Berlanjut Hingga Akhir Tahun Doc: ANTARA/ HO-KKP
Ket. Ilustrasi - Proses pengolahan komoditas kelautan dan perikanan di salah satu pabrik unit pengolahan ikan.

JAKARTA – Kinerja dunia usaha tampaknya masih belum sepenuhnya pulih. Memasuki triwulan III-2025, aktivitas bisnis tercatat melemah tipis, dan tren penurunan ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun.

Kondisi ini mencerminkan masih tingginya tekanan terhadap sektor riil, baik dari sisi permintaan domestik yang belum stabil maupun tantangan eksternal seperti ketidakpastian global dan fluktuasi nilai tukar.

Meski perlambatan ini belum tergolong tajam, arah pergerakannya patut diwaspadai. Dunia usaha yang lesu bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja, investasi baru, hingga daya beli masyarakat.

Karena itu, respons kebijakan menjadi kunci — baik melalui insentif fiskal, kemudahan perizinan, maupun upaya menjaga stabilitas makro.

Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat bahwa kinerja kegiatan dunia usaha terindikasi tetap terjaga pada triwulan III 2025, sebagaimana tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang sebesar 11,55 persen.

“Hal ini tecermin dari kinerja seluruh lapangan usaha (LU) yang tercatat positif dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,55 persen, tidak jauh berbeda dengan SBT pada triwulan sebelumnya sebesar 11,70 persen,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/10).

Kinerja sejumlah LU tercatat meningkat, antara lain LU konstruksi (SBT 1,12 persen), LU pertambangan dan penggalian (SBT 0,64 persen), LU industri pengolahan (SBT 1,61 persen), LU jasa keuangan (SBT 2,20 persen), serta LU administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (SBT 0,79 persen).

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas usaha, pembangunan sejumlah proyek, dan realisasi anggaran Pemerintah sesuai pola kuartalan,” kata Ramdan.

Selanjutnya, kapasitas produksi terpakai pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 73,84 persen, meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2025 yang sebesar 73,58 persen.

Peningkatan tersebut ditopang oleh mayoritas LU, terutama LU pertambangan dan penggalian (70,81 persen) serta LU industri pengolahan (70,47 persen).

Sementara itu, keuangan dunia usaha secara umum juga tetap dalam kondisi baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah.

Dalam survei yang sama, responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan IV 2025 tetap tumbuh positif dengan SBT sebesar 10,53 persen.

Kegiatan usaha pada mayoritas LU diprakirakan tetap tumbuh, terutama pada LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor (SBT 1,14 persen), LU transportasi dan pergudangan (SBT 1,06 persen), LU penyediaan akomodasi dan makan minum (SBT 0,83 persen), serta LU informasi dan komunikasi sejalan dengan peningkatan aktivitas saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun.

Pada akhirnya, mempertahankan optimisme pelaku usaha menjadi hal yang tak kalah penting. Jika dunia usaha terus kehilangan momentum, pemulihan ekonomi nasional bisa tertahan lebih lama dari yang diperkirakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.