Peran Penting Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

Jumat, 17 Okt 2025, 00:00 WIB

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana ditegaskan dalam arah pembangunan Presiden Prabowo Subiantodalam Astacita yang menekankan pentingnya sektor ekonomi kreatif agar bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk memisahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi dua kementerian. Kini dalam pemerintah Indonesia terdapat Kementerian Ekonomi Kreatif yang memiliki tugas untuk memajukan sektor ekonomi kreatif dimana di dalamnya terdapat 17 subsektor meliputi gim, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan dan aplikasi.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya — Sumber: KORAN JAKARTA/M FACHRI

Saat ini, Teuku Riefky Harsya dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif yang kementeriannya bertanggung jawab untuk bisa menghadirkan program-program bagi mendongkrak 17 subsektor ekonomi kreatif mengingat sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia pada masa mendatang.

Untuk mengetahui program kerja dan agenda Kementerian Ekonomi Kreatif, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, melakukan wawancara dengan Menteri Ekonomi KreatifTeuku Riefky Harsya, dalam sejumlah kesempatan.

Berikut petikan wawancaranya.

Kementerian Anda diberi tanggung jawab besar agar bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana ditekankan dalam arah pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Tanggapan Anda mengenai hal ini?

Presiden Prabowo dalam Astacita-nya menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui industri kreatif dan hilirisasi produk lokal. Ini bukan semata hanya arahan pusat, tapi amanat untuk seluruh daerah.

Ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia pada masa mendatang. Kita juga paham bahwa ekonomi kreatif kita ada beberapa sektor yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Perkembangannya luar biasa tetapi juga banyak ekonomi subsektor dari ekonomi kreatif kita yang masih bisa dikembangkan lebih besar lagi.

Oleh karena itu penting untuk mengembangkan produk lokal khas daerah dan inovasi kuliner berbasis kearifan lokal, apalagi semua ini telah menjadi identitas budaya sekaligus komoditas bernilai ekonomi tinggi di pasar nasional dan internasional.

Kini, perekonomian Indonesia dan dunia bergerak ke arah ekonomi yang padat cipta dengan UMKM yang disentuh dengan inovasi dan teknolog dapat menjadi ekonomi kreatif.

Target Kemenekraf dalam pertumbuhan ekonomi nasional?

Ekonomi kreatif ditargetkan menjadi motor penggerak baru perekonomian nasional yang diproyeksikan tumbuh hingga 8 persen sampai tahun 2029. Hal tersebut juga perlu didukung dengan terciptanya ruang dan peluang investasi ekonomi kreatif di daerah.

Menurut Anda kontribusi ekonomi kreatif terbesar saat ini yang patut diperhitungkan di sektor apa?

Saat ini sektor fashion, kriya, dan kuliner menjadi tiga kontributor ekspor terbesar dalam ekonomi kreatif nasional pada kuartal kedua 2025, dengan fashion mencapai 55% ekspor. Inilah The New Engine of Growth atau mesin pertumbuhan baru kita.

Ekonomi kreatif memiliki potensi yang besar khususnya dalam hal kemandirian ekonomi. Ekonomi kreatif Indonesia sendiri memiliki 17 subsektor yang kita ketahui bersama memiliki kekuatan dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa dari waktu ke waktu.

Dengan dukungan dan kolaborasi bersama kementerian lain, ekonomi kreatif diharapkan dapat terus menjadi sektor yang memberi nilai tambah besar bagi perekonomian Indonesia.

Ekonomi kreatif juga berperan besar dalam peningkatan martabat dan kehormatan bangsa di mata dunia. Kekayaan budaya bangsa harus dapat dimaksimalkan untuk menjadi diplomasi budaya yang kuat bagi Indonesia mulai dari fesyen, musik, kriya, game development, dan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

Melalui pengembangan kekayaan intelektual berbasis budaya, budaya kita tidak hanya terlindungi tetapi juga diberi ruang untuk terus hidup berkembang dan menghasilkan nilai ataupun ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi, potensi budaya dapat diperluas jangkauannya, memperkaya kreativitas serta meningkatkan akses dan nilai tambah bagi masyarakat di era modern ini.

Kemenekraf memiliki berbagai strategi yang akan dituangkan dalam berbagai kebijakan serta program. Mulai dari penyederhanaan regulasi, insentif pajak, juga akses ke pendanaan yang diharapkan dapat menciptakan iklim yang memungkinkan pelaku kreasi dan inovasi untuk terus berkembang.

Untuk itu Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus mendorong kolaborasi pentahelix untuk membangun infrastruktur kreatif.

Peran serta pemerintah daerah dalam sektor ekonomi kreatif?

Sebagaimana diamanahkan Pasal 9 Undang-Undang Ekonomi Kreatif, pemerintah dan atau pemerintah daerah bertanggung jawab dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.

Lima tahun lalu hanya ada 5 provinsi yang menyertakan ekonomi kreatif dalam struktur organisasinya. Kini sudah lebih dari 20 provinsi dan 60 kabupaten/kota ikut membentuk dinas ekonomi kreatif. Ini bukti bahwa semua daerah mulai menyadari bahwa ekonomi kreatif adalah masa depan.

Penting bagi kepala daerah membentuk Dinas Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem ekraf dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Kita harus melihat bahwa ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Apalagi dalam Asta Cita poin ketiga dijelaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Masing-masing daerah tentunya mempunyai potensi kuat di sejumlah subsektor ekonomi kreatif seperti animasi, film, musik, kuliner, fesyen, dan lainnya. Dengan hadirnya dinas ekonomi kreatif di setiap daerah, potensi subsektor ekonomi kreatif tersebut dapat diperkuat.

Selain itu para pemimpin daerah memiliki peran untuk menemukan potensi ekonomi kreatif. Ini yang sangat besar dari masing-masing daerahnya.

Tujuan pendirian Dinas Ekraf di daerah tentu sendiri untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi, meningkatkan pendapatan daerah, dan serapan tenaga kerja berkualitas. Lebih dari itu, stabilitas kebijakan dan perencanaan lebih terarah dan berkontribusi pada transformasi ekonomi lokal untuk peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Apa harapan dari penerapan program dan kebijakan Kemenekraf?

Sejumlah program dan kebijakan yang dikembangkan oleh Kemenekraf diharapkan dapat mendorong pemberdayaan masyarakat.

Kami akan menavigasi strategi penguatan ekosistem ekonomi kreatif ini dengan merujuk pada arah dan kebijakan pengembangan ekonomi kreatif yang telah disusun oleh BAPPENAS.

Melalui program dan kebijakan yang disusun tersebut diharapkan dapat memenuhi target PDB Ekraf pada 2029 sebesar 8,37 persen sesuai yang tertuang dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional).

Lalu pandangan Anda mengenai peran Koperasi Merah Putih dalam membangun ekosistem kreatif?

Saya juga menekankan tentang pentingnya koperasi sebagai pusat ekonomi kreatif dan hal ini sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan membangun ekosistem kreatif.

Presiden menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Dan Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata visi membangun kemandirian desa menuju kesejahteraan.

Selain itu juga pentingnya kolaborasi koperasi dan pelaku ekraf dalam membangun ekosistem usaha yang sehat, produktif, serta mandiri berbasis desa. Kementerian Ekraf berkomitmen hadir, agar koperasi berkembang sebagai pusat usaha kreatif, sekaligus ruang belajar generasi muda. Koperasi juga dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku kreatif, untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara berkelanjutan.

Mengenai visi Kementerian Ekraf?

Visi Kementerian Ekraf menjadikan sektor kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah. Dengan memperkuat koperasi, rantai distribusi produk kreatif akan lebih singkat, harga kompetitif, dan kesejahteraan pelaku bisa meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu Koperasi Merah Putih harus berkembang sebagai solusi distribusi dan motor peningkatan kapasitas pelaku kreatif.

Koperasi juga harus mendorong penguatan kapasitas pelaku kreatif agar semakin berdaya dan mampu bersaing. Koperasi desa harus menjadi bagian ekosistem kreatif nasional dan wujud nyata pembangunan dari daerah.

Sejauh mana peran Sekolah Rakyat bagi sektor ekonomi kreatif?

Kementerian Ekonomi Kreatif ikut mendukung langkah pemerintah ini, karena kami meyakini masa depan ekonomi bangsa ada di tangan generasi muda yang kreatif. Dunia kreatif begitu luas, mulai dari film, musik, kuliner, aplikasi, gim, kerajinan, hingga desain, tugas kita bersama adalah menyiapkan anak-anak agar berani percaya diri, disiplin, dan terbuka terhadap peluang baru.

Perlu ada kolaborasi Sekolah Rakyat dengan program Kementerian Ekraf yaitu Talenta Ekraf yang fokus pada peningkatan kapabilitas SDM. Sekolah Rakyat juga hadir sebagai wujud nyata pemerataan akses pendidikan berkualitas di daerah. Keberadaan sekolah ini nantinya harus memperlihatkan bagaimana pendidikan dan kreativitas dapat berjalan beriringan untuk membentuk generasi yang lebih mandiri dan adaptif.

Kami mengharapkan, Sekolah Rakyat mampu menjadi wadah lahirnya generasi yang kreatif, inovatif, dan siap membawa nama baik daerah serta Indonesia di kancah global. Sekolah harus menjadi ekosistem yang memadukan pembelajaran dengan kreativitas serta mengajarkan keberanian untuk meraih cita-cita besar.

Tanggapan Anda mengenai Esports yang mampu berperan sebagai penggerak ekonomi kreatif?

Esports diharapkan bisa memperkuat industri gim Indonesia yang menyumbang 4% terhadap PDB ekonomi kreatif.

Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di industri esport yang sarat strategi, sarat teknologi dan sarat kreativitas. Cabang esport ini bukan sekedar kompetisi, melainkan tempat di mana semangat olahraga, budaya, dan teknologi bertemu dalam satu harmoni kebahagiaan.

Saya menilai esport juga bagian penting dari ekonomi kreatif dan Indonesia telah membuktikan diri sebagai kekuatan baru dalam olahraga ini.

Karier di esport juga tidak sebatas menjadi pemain profesional, ada peluang besar di bidang manajemen pemain, pengelolaan turnamen, showcasting, manajemen produksi, hingga analis data dan storytelling. Inilah saatnya kita mengubah paradigma.

Kehadiran Kementerian Ekraf sebagai bentuk penegasan bahwa industri game dan esports akan terus didukung secara mulai dari regulasi hingga promosi. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, komunitas akademisi, akademisi juga menjadi bagian dari ekosistem ini. Industri gim Indonesia bisa menjadi kekuatan besar di panggung esport dunia.

Tanggapan Anda mengenai kontribusi perempuan dalam penguatan ekonomi khususnya di sektor ekonomi kreatif?

Data BPS tahun 2023 menyebutkan jumlah perempuan usia produktif di Indonesia mencapai 84,5 juta jiwa, namun 43 persen dari mereka tidak berpartisipasi dalam angkatan kerja, yang sebenarnya merupakan potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sebagai respons dari tantangan itu, Kemenekraf meluncurkan program Emak-Emak Matic (Emak-Emak Melek Teknologi). Program ini bertujuan memberdayakan perempuan untuk mendapatkan pemasukan tambahan, salah satunya dengan menjadi kreator konten di daerah masing-masing.

Saya melihat peluang industri kreator konten yang begitu besar dan kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga dapat turut berkontribusi dalam perekonomian tanpa harus meninggalkan tanggung jawab rumah tangga.

Mengenai peran digitalisasi pada sektor ekonomi kreatif?

Saya mendorong digitalisasi ekonomi kreatif agar bisa memberi dampak positif bagi promosi budaya sekaligus mengembangkan potensi ekraf, apalagi potensi digitalisasi pada sektor ekonomi kreatif juga bisa kita lihat dari makin banyak digital konten kreator yang mempromosikan dan turut mensosialisasikan kebudayaan lokal.

Oleh karenanya perlu tata kelola dan aset ekonomi kreatif khususnya kebudayaan. Hal tersebut dirasa penting karena pelestarian tradisi yang memiliki nilai ekonomi akan melahirkan identitas kebudayaan dengan keunikan tersendiri sebagai produk kreatif di pasar global.

Langkah Kemenkraf untuk mengoptimalisasi industri ekraf?

Pengembangan industri ekonomi kreatif membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan bersinergi. Kerja sama antara pemerintah dan kreator konten merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi industri ini.

Pengembangan industri ekonomi kreatif juga memerlukan pendekatan yang strategis dan kolaboratif. Oleh karenanya penting sinergi antara pemerintah dan kreator konten untuk mengoptimalkan potensi industri kreatif di Indonesia.

Selain itu ada urgensi perlindungan hak cipta dan penanganan pembajakan konten.​​​​​​​ Saya ingin para kreator konten membentuk asosiasi yang memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Mari kita bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah penggunaan konten tanpa izin dan memperkuat perizinan hak cipta.

Mengenai peluang sektor kuliner untuk mendongkrak industri ekraf?

Ekonomi kreatif ini juga sebagai alat untuk diplomasi atau gastro-diplomasi dalam hal ini kuliner. Kami melihat peluang yang besar, sinergi HIPMI, para pengusaha kuliner, kemudian dari badan halal, kemudian ekonomi kreatif, nanti juga mungkin dengan UMKM, kementerian pariwisata dan sebagainya, kita bisa sama-sama membangkitkan, menyumbangkan pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, terutama dari ekonomi kreatif.

Saya memiliki keyakinan penuh bahwa para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di kancah internasional. Jadi mari sama-sama dari berbagai macam potensi yang ada, dari subsektor ekonomi kreatif, 17 subsektor memang tidak mungkin semua secara serentak kita dorong sekaligus, bergantian. Salah satu yang menjadi prioritas untuk 5 tahun ke depan adalah kuliner.

20251016202517_Capture.JPG

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.