Pemerintah Harus Jaga Iklim Usaha Tetap Kondusif

Jumat, 17 Okt 2025, 01:00 WIB

Keberlanjutan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas regulasi, kepastian hukum, serta koordinasi lintas sektor yang baik.

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Indonesia dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif dan pasti bagi investor global, termasuk dari Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Indonesia dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif dan pasti bagi investor global — Sumber: istimewa

"Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan menciptakan kepastian berusaha. Melalui dialog seperti ini, Pemerintah bisa memahami langsung kebutuhan dunia usaha dan menyelaraskan kebijakan agar investasi dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan," kata Airlangga saat melakukan pertemuan dengan delegasi US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Jakarta, Kamis (16/10).

Seperti dikutip dari Antara, pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan dunia usaha AS di sejumlah sektor prioritas, seperti investasi, ekonomi digital, energi bersih, serta ketahanan pangan.

Dalam forum itu, delegasi US-ABC menyampaikan sejumlah perkembangan terkait aktivitas bisnis mereka di Indonesia serta berbagai tantangan di lapangan, mulai dari proses perizinan hingga infrastruktur logistik.

Airlangga merespons setiap isu dengan pandangan kebijakan dan penegasan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan iklim usaha yang lebih efisien dan terbuka.

Selain membuka ruang dialog, Menko juga mendorong kemitraan sektor swasta kedua negara untuk lebih aktif mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui kolaborasi riset dan pengembangan teknologi.

"Dalam kesempatan tersebut, berbagai peluang kerja sama turut dibahas, meliputi penguatan investasi, digitalisasi, energi hijau, hingga ketahanan pangan. Menko Airlangga juga menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, termasuk melalui kolaborasi di bidang riset dan pengembangan teknologi," kata Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Lebih lanjut, Airlangga menutup pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas kontribusi dunia usaha AS dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Transformasi Ekonomi

Pada kesempatan itu, Airlangga menyebut pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi sebagai kunci keberhasilan transformasi ekonomi Indonesia.

Ia menyoroti ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global harus diimbangi dengan penguatan kualitas SDM yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan arah transformasi ekonomi hijau.

"Perekonomian Indonesia tumbuh kuat di tengah tantangan global, dengan pertumbuhan mencapai 5,12 persen pada triwulan II 2025. Namun, tantangan ke depan memerlukan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan teknologi serta arah transformasi ekonomi hijau," ujarnya.

Terbaru, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto untuk menyiapkan lebih dari 2.000 tenaga profesional muda yang siap bekerja di sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi instagramnya @sekretariat.kabinet yang diunggah pada Kamis, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Kediaman Kertanegara, memberikan arahan pada bidang strategis, termasuk sektor pendidikan.

"Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional," kata Seskab Teddy.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.