IHSG Hari Ini Terseret Arus Asia, Akhir Pekan Ditutup di Zona Merah!

Jumat, 17 Okt 2025, 17:53 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup akhir pekan dengan pelemahan, sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Pasar sedang “ikut arus hati-hati” — investor memilih menepi dulu di tengah sentimen global yang belum menentu, terutama dari arah geopolitik dan kebijakan suku bunga global.

Ket. Foto: Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S

Pelemahan IHSG ini tidak berdiri sendiri. Bursa-bursa Asia seperti Nikkei, Hang Seng, dan Kospi juga mencatatkan penurunan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan potensi ketegangan geopolitik yang berlarut.

Investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah reli singkat sebelumnya, sambil menunggu data ekonomi baru dari AS dan Tiongkok sebagai arah berikutnya.

Meski terkoreksi, tekanan IHSG masih dalam batas wajar. Secara fundamental, ekonomi domestik tetap solid dengan inflasi terkendali dan prospek konsumsi yang stabil.

Artinya, pelemahan kali ini lebih bersifat teknikal — sebuah jeda alami di tengah dinamika pasar yang terus bergerak mengikuti arus sentimen global.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/10) sore ditutup melemah 209,10 poin atau 2,57 persen ke posisi 7.915,66 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,67 poin atau 0,98 persen ke posisi 772,34.

“IHSG melemah di tengah meningkatnya risiko global akibat meningkatnya ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, government shutdown di AS yang berkepanjangan, serta profit taking lanjutan terhadap saham-saham konglomerasi yang sebelumnya telah menguat signifikan dan menjadi penopang penguatan indeks,” kata Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, adanya rencana dari otoritas mengenai ketentuan free float baru dan penindakan tegas terhadap penggoreng saham, mendorong terjadinya profit taking terhadap saham-saham yang telah mengalami kenaikan signifikan.

Data Foreign Direct Investment (FDI) kuartal III-2025, di luar investasi di sektor keuangan dan migas, turun 8,9 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp212 triliun, setelah pada kuartal II-2025 turun 6,95 persen (yoy).

Pada pekan depan, pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang menurut konsensus akan turun 25 bps menjadi 4,5 persen. Selain itu akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan September dan data M2 Money Supply September 2025.

Meski dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 4,91 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 2,57 persen dan 2,28 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BLUE, KONI, SOSS, GOLD dan PSAB. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MLPT, POLU, PGUN, MBTO dan FUTR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.682.374 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,27 miliar lembar saham senilai Rp28,55 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 598 saham menurun, dan 94 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 712,24 poin atau 1,84 persen ke 47.565,50, indeks Shanghai melemah 76,47 poin atau 1,95 persen ke 3.839,76, indeks Hang Seng melemah 641,41 poin atau 2,48 persen ke posisi 25,247,10, dan indeks Straits Times melemah 27,27 poin atau 0,63 persen ke 4.328,93.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.