Puncak HUT Jakarta Dipusatkan di Bundaran HI

Rabu, 24 Jun 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-499 Jakarta akan dipusatkan di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan puncak acara itu sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juni. “Sebenarnya rangkaian acara HUT Jakarta sudah dimulai 21 Juni dana akan berpuncak pada tanggal 27-28 Juni,” jelas Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo, Selasa.

Pramono menjelaskan, meski telah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HUT Jakarta, perayaan tahun ini tidak akan digelar secara berlebihan. Menurutnya, terpenting adalah menghadirkan kegembiraan bagi warga Jakarta tanpa mengabaikan situasi global yang sedang bergejolak.

Ket. Foto: Penumpang menyaksikan penampilan ondel-ondel sebelum naik kereta LRT Jakarta di Stasiun Velodrome, Jakarta, Senin (22/6) menyambut puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-499 Jakarta. — Sumber: ANTARA/M Risyal Hidayat

“Kegembiraan itu memang penting, tapi tidak perlu berlebihan karena dalam kondisi geopolitik sedang tidak baik,” ujarnya. Kendati demikian, Pramono belum merinci kegiatan yang akan dilakukan di kawasan tersebut. Sebelumnya, Pemprov telah menggelar sejumlah kegiatan dalam menyambut HUT ke-499 Jakarta, Senin (22/6). Ini termasuk menggratiskan destinasi wisata, transportasi publik, hingga peresmian konektivitas kawasan Jakarta International Stadium (JIS).

Perayaan HUT ke-499 Jakarta tahun ini juga menjadi penanda menjelang peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta yang akan diperingati tahun depan.

Makin Inklusif

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jakarta, Wibi Andrino berharap, Jakarta terus berkembang menjadi kota yang lebih baik, maju, dan inklusif menjelang usia lima abad. Menurut Wibi, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Pemprov merupakan modal penting menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Namun, dia menyebut, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan seperti mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat. “Rasio gini Jakarta memang dikatakan baik, tetapi masih ada jenjang cukup tinggi yang harus diperbaiki,” ujar Wibi, Selasa (23/6).

Dia menegaskan, upaya mengurangi disparitas perlu terus dilakukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan perlu mendapatkan dukungan melalui berbagai program perlindungan sosial. Maka, program yang telah berjalan perlu terus diperkuat agar semakin tepat sasaran.

“Kelompok masyarakat yang hari ini merasakan kebutuhan itu bisa diberikan bantalan-bantalan sosial. Program-program itu sudah diberikan oleh Pemprov Jakarta, tinggal ditambahkan dan disupervisi lebih baik,” katanya. Wibi berharap, penguatan program sosial dan peningkatan kualitas pelayanan publik dapat menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global. Jakarta jangan hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan dan rasa keadilan bagi seluruh warga.

Budaya

Sedangkan Mantan Gubernur Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan bahwa Jakarta harus terus berkembang menjadi kota global. “Jangan hanya maju secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Menjelang usia lima abad, pembangunan Jakarta tetap menempatkan manusia sebagai pusat utama. Kemajuan kota, kata Djarot, harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan harkat dan martabat warganya. “Jakarta bukan hanya maju kotanya, tetapi benar-benar berpihak kepada pembangunan yang berpusat kepada manusianya. Kita wujudkan pembangunan Jakarta yang menumbuhkan dan meningkatkan harkat martabat manusianya,” ujar Djarot.

Dia menilai, Jakarta sebagai kota global harus tetap mempertahankan identitas dan karakter budayanya. Modernisasi, menurutnya, tidak boleh menghilangkan nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Jakarta.“Menjadi kota global, tetap berakar pada budayanya,” katanya.

Djarot juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang mampu menjaga stabilitas serta keamanan ibu kota. Dia berharap, Jakarta dapat terus bergerak maju dengan suasana kota yang kondusif dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Jakarta bergerak terus di bawah kepemimpinan Mas Pram dan Bang Doel, tetapi suasana sangat stabil dan aman,” tuturnya. Lebih lanjut, Djarot menekankan persoalan penanganan sampah sebagai salah satu prioritas yang perlu diperkuat. Ia pun mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya dengan membangun kebiasaan warga untuk memilah sampah dari rumah. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.