Yen Jepang Dekati Titik Terlemah dalam 40 Tahun

Rabu, 24 Jun 2026, 01:00 WIB

Tokyo - Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan pemerintah siap mengambil "langkah-langkah tegas" untuk menstabilkan nilai tukar yen yang kini berada di dekat level terlemahnya dalam hampir 40 tahun terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar yen telah mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir dan kembali melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta masih lebarnya selisih suku bunga antara Jepang dan AS.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Bank of Japan/KJ/ones/and

Jepang dan AS, kata Katayama, memiliki kesepahaman untuk bertindak apabila diperlukan guna menjaga stabilitas pasar keuangan.

"Jepang dan Amerika Serikat berada dalam kesepakatan tegas bahwa kami akan mengambil tindakan tegas kapan pun diperlukan," ujar Katayama setelah melakukan pembicaraan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Pernyataan tersebut juga dikonfirmasi oleh pemerintah Jepang.

Komentar itu memperkuat spekulasi bahwa Jepang siap kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mendukung yen, setelah menggelontorkan lebih dari 70 miliar dollar AS untuk intervensi serupa pada bulan lalu.

Laporan mengenai pembicaraan Katayama dan Bessent pada Senin membantu yen pulih dari posisi terendahnya di level 161,93 per dollar AS, hanya sedikit lebih kuat dibanding rekor terlemah 161,96 per dollar yang tercatat pada Desember 1996. Pada perdagangan Selasa siang di Tokyo, yen bergerak di kisaran 161,60 per dollar AS.

Meski demikian, posisi tersebut masih jauh dari masa kejayaan yen yang pernah menguat hingga hampir 75 yen per dollar AS pada 2011.

Pelemahan yen membawa dampak ganda bagi perekonomian Jepang. Di satu sisi, kondisi tersebut meningkatkan biaya impor, terutama energi dan minyak yang diperdagangkan menggunakan dollar AS, sehingga menambah tekanan bagi negara yang minim sumber daya alam itu. Namun di sisi lain, yen yang lemah mendorong lonjakan sektor pariwisata karena biaya belanja, akomodasi, dan konsumsi menjadi lebih murah bagi wisatawan asing.

Harus Lebih Agresif

Ekonom MUFG Michael Wan menilai penguatan yen secara berkelanjutan hanya dapat terjadi apabila fundamental suku bunga riil Jepang mengalami perubahan.

"Pada akhirnya fundamental suku bunga riil yang rendah dibandingkan AS harus berubah untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan," katanya.

Menurut Wan, langkah Bank of Japan (BoJ) yang pekan lalu menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun merupakan sinyal positif. Namun, bank sentral Jepang masih perlu menunjukkan sikap yang lebih agresif (hawkish) agar pasar percaya bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih mungkin dilakukan.

Langkah tersebut terjadi di saat yang sama ketika Federal Reserve AS juga mengadopsi nada kebijakan yang lebih ketat dan mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.

Meski demikian, ruang gerak BoJ untuk terus menaikkan suku bunga diperkirakan tidak mudah. Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi disebut masih berhati-hati terhadap kebijakan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan biaya pinjaman yang terlalu tinggi.

  • Ekonomi Jepang

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.