Tekanan Fiskal Menguat, Waspadai Risiko Anggaran Jebol di Tengah Target Ambisius

Kamis, 16 Okt 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah harus lebih produktif lagi mengelola anggaran, mengingat saat ini penerimaan negara lagi cekak di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Anggaran proyek proyek jumbo minim manfaat sebaiknya digeser ke sektor lain yang bisa menimbulkan efek berganda pada ekonomi.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan ancaman dari sisi shortfall atau kekurangan pendapatan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) masih cukup besar. "Itu bukti bahwa daya beli masyarakat memang sedang melambat. Namun, merosotnya penerimaan negara karena daya beli turun juga jadi pengingat bahwa belanja pemerintah butuh didorong lagi di sisa tahun 2025," ungkap Bhima, Rabu (15/10), menanggapi kompres APBN Kita oleh Menteri Keuangan khususnya terkait defisit.

Ket. Foto: Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan ancaman dari sisi shortfall atau kekurangan pendapatan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) masih cukup besar. — Sumber: istimewa

Bhima menegaskan jika program seperti jumbo ninim manfaat tidak terserap, Menteri Keuangan Purbaya sebaiknya langsung menggeser ke belanja lain khususnya belanja yang menggerakan demand industri. Dia juga mendorong agar stimulus diberi ke kelas menengah. Perlu ada Bansos (Batuan sosial) yang diberikan ke kelas menengah berupa cash transfer atau tunai hingga diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan hingga 2.200 va (Volt Ampere).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan, kalau dilihat ini porsi penerimaan negara masih ditopang pajak secara dominan. "Ini seharusnya ditopang devisa juga. Jadi kontribusi penerimaan negara secara merata oleh pajak, penerimaan non pajak seperti devisa, hibah," ungkap Esther.

Menurutnya, kalau belanja memang harus meningkat dari tahun ke tahun. "Defisit tidak apa apa, asal tidak besar karena itu menunjukkan kegiatan ekonomi meningkat. Asalkan belanjanya lebih besar belanja pembangunan daripada belanja rutin (untuk gaji pegawai)," ucap Esther.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.