Menbud Upayakan Repatriasi Artefak Bersejarah Indonesia dari Jerman
Rabu, 15 Okt 2025, 15:48 WIBJAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan terus berupaya melakukan repatriasi sejumlah artefak bersejarah dari Jerman ke Indonesia. Ia menyebut repatriasi artefak tersebut menjadi misi selanjutnya setelah pemulangan fosil "Manusia Jawa" dari Belanda.
"Tadi siang, kita sudah melakukan pertemuan dengan Profesor Ulrich Kozok. Dia merupakan ahli manuskrip dari Jerman," kata Fadli saat menghadiri Penerimaan Hibah Kopiah Hitam Bung Hatta, Museum Penyusunan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (14/10).
Dalam pertemuan tersebut, Menbud menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk merepatriasi berbagai benda bersejarah Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memulihkan identitas nasional dan memperkaya warisan budaya bangsa.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah membentuk tim repatriasi yang terdiri dari para ahli cagar budaya.
"Proses repatriasi sudah berlangsung, di mana terakhir kami mengembalikan koleksi Dubois ke Indonesia," tutur dia.
Lebih lanjut, Menbud menggarisbawahi bahwa repatriasi benda bersejarah merupakan salah satu program prioritas yang harus segera ditindaklanjuti. Benda-benda tersebut merupakan bagian penting dari identitas nasional dan sejarah bangsa yang harus dilestarikan untuk masa mendatang.
Selain mengembalikan koleksi dari luar negeri, ia turut menjelaskan bahwa perlu adanya penyempurnaan dalam pendataan koleksi museum-museum di seluruh Indonesia. Pendataan dan konservasi museum dapat dilakukan sebagai upaya pelindungan, pelestarian, dan pemajuan ekosistem budaya nasional.
"Ke depannya, kita juga ingin museum daerah bisa melakukan konservasi dan mendata koleksi-koleksinya. Misalnya terkait naskah-naskah, manuskrip, agar lebih tertata, karena ini juga bagian dari pemajuan kebudayaan," kata Menbud.
Sementara itu, Ahli Budaya Jerman, Ulrich Kozok, mendukung pengembalian koleksi Sisingamangaraja yang tersimpan di Museum aan de Stroom. Menurut dia, manuskrip adalah salah satu warisan budaya yang sangat penting.
Dalam upaya merepatriasi artefak bersejarah dari Jerman ke Indonesia, ia menyatakan kesediaannya untuk memberikan dukungan penuh. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan pihak museum luar negeri.
"Beberapa kali saya berkontak dengan pihak museum luar negeri yang bersedia mengembalikan koleksi. Saya juga bersedia untuk membantu," ujar dia, Selasa (15/10).
Ia berharap pemulangan artefak bersejarah ke Indonesia dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat. Langkah ini juga memperkuat hubungan kebudayaan antarnegara serta menegaskan kedaulatan bangsa atas warisan sejarahnya. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Pembatasan Operasional Angkutan Barang Demi Keselamatan dan Kelancaran Arus Lalu Lintas Selama Angkutan Lebaran
-
Lebih dari 1,16 Juta Wisatawan Kunjungi Hong Kong saat Libur Imlek
-
Ancaman Karhutla Menguat, BMKG Deteksi Puluhan Titik Panas di Riau
-
Dilema Pajak Mobil Listrik Jakarta: Potensi Rp1 Triliun Melayang Akibat Aturan Pusat?
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Raja Malaysia Minta Warga Waspada Gelombang Panas
-
Proyek Oplah Raksasa di Kutim, Solusi atau Risiko Lingkungan?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.