Pendidikan dan Kesehatan Tetap Utama bagi Sulsel di Tengah Diskon Anggaran

Selasa, 14 Okt 2025, 13:45 WIB

MAKASSAR – Meski ada pemotongan transfer ke daerah oleh pemerintah pusat, pendidikan dan kesehatan masyarakat tak boleh dikalahkan. Inilah janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemprov memfokuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. "Belanja daerah tahun 2026 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat, terutama sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur," ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel Jufri Rahman dalam keterangannya di Makassar, Selasa.

Jufri menjelaskan pembangunan infrastruktur di sektor pendidikan, kesehatan, jalan, dan irigasi, tetap menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2025–2029. Prioritas ini tercermin dari besarnya alokasi anggaran untuk program pada sektor-sektor tersebut, kata dia, seperti pembangunan RS Regional, preservasi ruas jalan provinsi, revitalisasi irigasi, dan penanganan stunting.

Ket. Foto: pendidikan tak boleh terganggu — Sumber: ist

Termasuk, lanjut dia, pelayanan kesehatan bergerak untuk masyarakat 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan), kemudian rehabilitasi dan revitalisasi gedung sekolah, hingga beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu. Menurut dia, pembangunan infrastruktur merupakan pilar pembangunan untuk peningkatan pelayanan publik, meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, serta memperlancar mobilitas distribusi barang dan jasa, mendukung swasembada pangan nasional, dan pada akhirnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Sekdaprov memaparkan hal itu mewakili Gubernur Sulsel saat membacakan Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan APBD 2026. Jufri juga menegaskan komitmen Pemprov Sulsel untuk melaksanakan visi Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter secara terukur dan selaras dengan Program AstaCita Presiden Prabowo Subianto. “Pemerintah Provinsi tetap berkomitmen untuk menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasi utama dalam perencanaan dan penganggaran,” imbuhnya.

Perjuangkan

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyatakan bersama para kepala daerah lain terus memperjuangkan agar ada kaji ulang terkait kebijakan pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Ini khususnya untuk daerah sebagai penghasil  sumber daya alam.

“Kami akan terus berjuang bersama para kepala daerah lainnya di Indonesia untuk mendapatkan perhatian (pemerintah) pusat,” kata Gubernur Provinsi Kaltim, Rudy Mas'ud saat memimpin Rapat Pimpinan di Aula BPKAD Kaltim, Senin.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan agar semua Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) Pemprov Kaltim bisa bekerja lebih cepat agar serapan anggaran berjalan sesuai target.

Serapan anggaran yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan secara langsung akan berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur juga minta agar sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tidak lebih dari 3 persen, terutama OPD-OPD yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat.

Bukan hanya berjuang untuk anggaran yang lebih baik, Gubernur Harum juga mengingatkan agar daerah ini tidak terus bergantung pada transfer pusat dari sumber daya alam.

Menurutnya, banyak objek pajak dan retribusi yang belum tersentuh. Seperti Pajak Air Permukaan, PBBKB, Pajak Alat Berat dan retribusi tongkang yang keluar dari Kaltim.

“Saya mohon ini dipetakan lebih baik. Contoh objek retribusi tongkang yang keluar dari Kalimantan Timur. Sangat memungkinkan. Tentu harus diatur dengan peraturan daerah (perda). Begitu juga dengan aset-aset lainnya,” kata Rudy.

"Intinya, bagaimana PAD kita bisa meningkat tajam. Tolong buat pemetaan dan terobosan," ujar gubernur yang akrab disapa Harum itu.

Gubernur berpesan agar perencanaan dikawal secara ketat dan disusun lebih matang untuk tahun 2026. Kaltim harus menunjukkan kinerja yang baik agar mendapat respons positif pemerintah pusat terkait serapan anggaran untuk program-program pro rakyat. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Resmi! Dishub DKI Gelar Lagi CFD Rasuna Said pada Minggu 7 Juni

Rupiah Tembus Rp18.000, Gas Mahal, Impor China Tak Terbendung, Industri Plastik Kian Terjepit

Resmikan Puskesmas Matraman, Gubernur Pramono Jamin Anggaran Kesehatan DKI

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Telkom Dorong Kedaulatan Digital Nasional Lewat Penguatan Cloud, AI, dan Keamanan Siber

Sirene Meraung di IT Semarang, Simulasi Darurat Pertamina Uji Ketangguhan Hadapi Tumpahan Minyak dan Kebakaran Laut

Cermati Pengalihan Lalu Lintas Selama Jam Bebas Kendaraan di Jalan Rasuna Said  

Operasi Katarak Gratis di Kapuas Hulu Kembalikan Harapan Melalui Penglihatan

Buruan War Tiket Kereta Api, Ada Potongan 30 Persen

Jateng Kejar Target 970 Ribu Hektare Lahan Sawah Dilindungi, Gubernur Luthfi: Jangan Sampai Beralih Fungsi

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Regional Jawa-Bali, Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi Daerah

Sony Rilis Poster Spider-Man: Brand New Day Versi Tiongkok, Sinopsis Evolusi Peter Parker dan Atagonis Misterius

Kuasai 72 Persen Pasar Herbal Nasional, Perusahaan Jamu Terbesar ini Percepat Ekspansi ke China dan India

Mahasiswa Kedokteran UNNES Belajar Riset Herbal

85 Investor Global Lirik Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun, Wali Kota Agustina Dorong Semarang Jadi Magnet Investasi Hijau

Cimahi Berpeluang Jadi Kota Animasi Indonesia, Didukung DPR RI

Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pembiayaan Pembangunan Kian Diakui

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.