Kolaborasi Budaya Yogyakarta dan MSO Hidupkan Pesona Sumbu Filosofi Lewat Konser

Selasa, 14 Okt 2025, 16:05 WIB

YOGYAKARTA - Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota budaya dunia melalui gelaran Konser Sumbu Filosofi di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (12/10). Pertunjukan ini mempertemukan kreativitas Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) dalam satu panggung kolaborasi yang memadukan musik, tari, dan vokal.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut kerja sama dengan MSO bukan hanya menghadirkan konser internasional, tetapi juga memperkuat sistem manajemen talenta di daerah. “Untuk memperluas manfaat dan kualitas manajemen talenta melalui kegiatan ini, ragam aktivitas pun semakin berkembang,” ujarnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. @humasjogja

Menurut Dian, tahun ini menjadi momen penting karena Dinas Kebudayaan memberi kesempatan kepada pemenang Art Management Workshop 2024 untuk mewujudkan konsep pertunjukan yang mereka rancang. Tema yang diangkat berkaitan dengan Sumbu Filosofi, kawasan bersejarah yang pada 2023 telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Dari konsep hingga proses produksinya, kegiatan ini mendapatkan supervisi langsung dari tim manajemen MSO, Dinas Kebudayaan DIY, dan pendampingan Taman Budaya Yogyakarta. Hasilnya adalah konser yang kita nikmati malam ini,” katanya.

Berbeda dari pertunjukan biasanya, Konser Sumbu Filosofi digelar tiga kali dalam satu hari—sebuah format yang jarang dilakukan di Yogyakarta. Dian berharap konsep ini dapat menjadi pertunjukan reguler bagi wisatawan yang ingin mengenal nilai-nilai Sumbu Filosofi melalui seni pertunjukan. “Antusiasme penonton juga luar biasa, terbukti seluruh kursi terisi penuh di setiap sesi,” tambahnya.

Apresiasi juga datang dari CEO Melbourne Symphony Orchestra, Richard Wigley. Ia menilai kerja sama ini berhasil menunjukkan kualitas artistik yang tinggi antara seniman Yogyakarta dan tim MSO.

“I thought it was absolutely brilliant tonight, all the dance, all the speech, all the lighting, all the singing, all the composition, wonderful violins. Everything was gorgeous,” ujar Wigley.

Ia mengaku bangga dengan pencapaian kolaborasi budaya ini. “We’re so proud of what’s been achieved here for Jogja in one year,” tuturnya.

Wigley menutup dengan rasa syukur atas kesempatan MSO menjadi bagian dari proyek kebudayaan tersebut. “It’s a wonderful night. We’re very, very proud of the Melbourne Symphony Orchestra to be associated with this project. Thank you very much,” ujarnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.