Inilah Metode T1P4K: Bikin Panen Sampai 4 Kali Setahun Tanpa Tambah Lahan

Selasa, 14 Okt 2025, 18:01 WIB

JAKARTA - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) meluncurkan metode pertanian inovatif bernama T1P4K atau Tanam Sekali Panen Empat Kali di Kabupaten Cirebon. Program ini fokus pada intensifikasi lahan agar petani bisa panen hingga empat kali dalam setahun tanpa perlu memperluas area tanam.

BP Taskin menilai sektor pertanian selama ini justru menjadi penyumbang tertinggi angka kemiskinan di Indonesia. Padahal, sekitar 40 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidup dari bidang pertanian yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Ket. Foto: — Sumber: Pexels

Inovasi T1P4K muncul sebagai solusi untuk mengubah kondisi tersebut dengan menggabungkan teknologi digital dan pendekatan koperasi modern. Tujuannya agar produktivitas petani meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lahan pertanian.

Kementerian Pertanian sebelumnya telah menguji konsep serupa lewat program IP 400 di Sukoharjo sejak 2021. Program tersebut berhasil meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani, sehingga menjadi inspirasi utama bagi T1P4K.

Berdasarkan data situs resmi T1P4K, metode ini menggunakan kombinasi varietas unggul berumur pendek dan teknik tanam langsung tanpa penyemaian ulang. Ditambah dengan dukungan teknologi presisi, pendekatan ini mampu menghasilkan panen lebih cepat dan efisien.

Riset awal yang dilakukan di Bandung menunjukkan hasil mencengangkan. Dalam satu hektare lahan, produktivitas bisa meningkat dari 5–7 ton menjadi hingga 8 ton per panen menggunakan metode T1P4K.

“Kita fokus pada intensifikasi, bukan ekstensifikasi. Lahannya tetap, tapi panennya bisa empat kali setahun,” ujar Budiman Sudjatmiko.

BP Taskin juga memanfaatkan digitalisasi melalui aplikasi tandur.id dan asupan.id yang berfungsi untuk menjadwalkan tanam, panen, hingga pembagian hasil. Sistem ini membuat seluruh proses pertanian bisa dipantau secara transparan dan akurat.

Ketua PWNU Jawa Barat, Kiai Juhadi Muhammad, menyebut metode T1P4K merupakan inisiasi dari Hj. Dian Anggraini yang telah diuji selama lima tahun di Bandung. Ia mengatakan hasil penelitian membuktikan petani bisa panen hingga empat bahkan lima kali per tahun tergantung sistem irigasi.

Program tahap awal T1P4K melibatkan 500 petani dengan luas lahan 26 hektare di Cirebon. Target selanjutnya adalah perluasan hingga 7.000 hektare di Jawa Barat dan 100.000 hektare secara nasional pada tahun ini.

Pendanaan program berasal dari investasi swasta serta sisa hasil usaha koperasi yang kembali diinvestasikan. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawal regulasi dan memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai aturan.

BP Taskin membentuk Koperasi Multi Pihak (KMP) Taskin sebagai wadah kerja sama antara petani, pelaku usaha, dan konsumen. Melalui model ini, keuntungan diharapkan berputar di tangan petani dan pelaku agribisnis lokal, bukan hanya perusahaan besar.

Selain itu, KMP Taskin juga berfokus pada hilirisasi produk pertanian dengan memanfaatkan limbah sekam padi menjadi bahan bernilai ekonomi tinggi. Proyek percontohan pertama koperasi ini dilakukan di Cirebon sebagai bagian dari aglomerasi antar-kabupaten.

Dewan Perwakilan Daerah Cirebon menyambut baik program tersebut sebagai langkah nyata pengentasan kemiskinan berbasis pertanian. Menurut mereka, inovasi seperti ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Budiman menegaskan digitalisasi pertanian adalah kunci pemerataan ekonomi di pedesaan. Dengan data produktivitas yang terekam digital, pembagian hasil bisa dilakukan secara adil berdasarkan kinerja masing-masing petani.

Ia juga menambahkan bahwa T1P4K merupakan bagian dari upaya transformasi pertanian menuju industrialisasi. Dengan cara ini, petani tak hanya menjadi penggarap lahan, tetapi juga pelaku bisnis agrikultur modern.

Badan Taskin menilai industrialisasi pertanian menjadi strategi utama untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. T1P4K pun dirancang sebagai gerakan nasional menuju sistem pertanian yang efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui ekosistem digital yang terintegrasi, BP Taskin menghubungkan petani, penggilingan padi, distributor, hingga konsumen dalam satu rantai pasok yang solid. Langkah ini diyakini dapat memperkuat kedaulatan pangan nasional dan membuka pasar yang lebih luas bagi petani.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.