Shanghai Masters Hadirkan Sejarah, Pertama Kali Dua Sepupu Menguasai Partai Final, Usai Menggulung Dua Mantan Nomor Satu Dunia

Minggu, 12 Okt 2025, 18:23 WIB

SHANGHAI -Mungkin final Shanghari Masters kali ini akan dicatat sejarah untuk pertama kali dan mungkin juga sulit sekali terulang di mana dua seputu saling mencapai final. Bahkan keduanya sama-sama menumbangkan para mantan petenis nomor satu dunia.

Final Shanghai Masters 2025 akan diisi Arthur Rinderknech melawan sepupunya, Valentin Vacherot. Keduanya mencapai partai puncak ATP Masters 1000, setelah sama-sama menyingkirkan mantan petenis nomor satu dunia.

Ket. Foto: shanghai masters — Sumber: ist

Arthur Rinderknech menumbangkan Daniil Medvedev. Sedangkan Novak Djokovic menjadi korban keganasan Valentin Vacherot. Hasil Valentin ini menjadi sensasi dengan mengalahkan peraih 100 gelar ATP Tour tersebut. Novak sendiri sempat cedera kaki, untuk sampai ke semifinal.

Hasil mengejutkan ini membuat sejarah: untuk pertama kalinya dua sepupu bertemu di final Masters 1000. Arthur Rinderknech sendiri hampir tak percaya karena mampu mencapai final. “Ini mimpi tak terbayangkan. Bahkan dalam mimpi terbesar sekalipun, kami tak bisa membayangkannya,” ujarnya usai memastikan tempat di final Shanghai Masters 2025. Dia merasa telah melakukan beberapa langkah sehingga mencapai final.

Menang ke-50

Sementara itu, sebelum tumbang,  Daniil Medvedev mencatat kemenangan ke-50 atas Top 10 di Shanghai Masters. Dia mengalahkan Alex de Minaur untuk mencapai semifinal ATP Masters 1000 keduanya musim ini. Dalam pertarungan yang alot, dengan lebih dari 32 poin yang dihasilkan dari sembilan pukulan, Medvedev menemukan keunggulan melawan De Minaur, yang sedikit di bawah performa terbaiknya, dengan skor akhir 6-4, 6-4.

"Saya sangat lelah dan saya tahu melawan Alex, seperti melawan Learner, kami akan mendapatkan poin yang panjang. Saya pikir di gim ketiga atau keempat kami unggul beberapa poin dan saya pikir itu akan menjadi hari yang panjang, tetapi saya senang dengan cara saya bermain," kata Medvedev, dikutip dari ATP, Sabtu. "Saya benar-benar handal di momen-momen penting dan memukul bola dengan hebat serta menekannya. Set kedua berlangsung ketat, tetapi saya menemukan yang terbaik di akhir. Saya sangat senang dengan level permainannya."

Petenis berusia 29 tahun itu mencetak 11 winner lebih banyak daripada petenis Australia itu (27-16), melakukan dua kesalahan sendiri lebih sedikit (25-27), dan memenangi 15 dari 16 poin servis pertamanya di set kedua untuk melaju setelah satu jam 53 menit. Medvedev sedang mengejar gelar level tur pertamanya sejak Roma pada Mei 2023 dan selanjutnya ia akan bertemu Arthur Rinderknech di babak empat besar.

Awal musim ini, Medvedev melaju ke semifinal di Indian Wells tetapi kalah dari Holger Rune. Medvedev, yang menang di Shanghai pada 2019, telah mencapai 50 semifinal level tur di lapangan keras, dengan 18 dari 20 gelarnya diraih di lapangan keras. Ia harus bekerja keras di Shanghai dalam upayanya meraih gelar ke-21, termasuk melewati pertarungan tiga set yang sengit melawan Learner Tien di babak keempat.

Sementara itu, De Minaur meninggalkan Shanghai di posisi ketujuh dalam ATP Live Race To Turin. Juara 10 kali tingkat tur itu unggul 640 poin dari Felix Auger-Aliassime yang berada di posisi ke-10. De Minaur, yang kini tertinggal 4-8 dari Medvedev dalam seri head to head antara keduanya, menargetkan untuk berkompetisi di ATP Finals untuk musim kedua berturut-turut.

  • Shanghai Masters

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.