Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamen Fajar Ingatkan Kepala Sekolah Jadi Arsitek Pembelajaran

📅 Sabtu, 11 Okt 2025, 21:10 WIB | Oleh:
Wamen Fajar Ingatkan Kepala Sekolah Jadi Arsitek Pembelajaran Doc: ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.

Jakarta -- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan bahwa seluruh kepala sekolah di tanah air merupakan arsitek pembelajaran, antara lain untuk membangun budaya pembelajaran yang adaptif.

"Sekolah yang hebat bukan karena teknologinya yang canggih, tapi karena warganya cepat belajar dan mau berubah. Kepala sekolah adalah penggerak utama budaya itu,” ujar Wamen Fajar saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Tahap III Bakal Calon Kepala Sekolah se-Provinsi Jawa Timur di Batu, Jawa Timur, Sabtu.

Selain itu, Wamen Fajar juga mengingatkan mengenai pentingnya kepemimpinan yang berkarakter, yaitu kepala sekolah yang tidak hanya mengatur, tetapi menginspirasi dan menumbuhkan semangat belajar di lingkungannya.

Menurut alumnus program doktoral Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gajah (UGM) tersebut, kepala sekolah harus mampu menyeimbangkan tiga fungsi utama, yaitu memberi arah (directive-instructive), mentransformasi cara berpikir guru dan siswa (transformative), serta membimbing dan memberdayakan (distributive).

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Fajar juga menggambarkan sekolah yang ideal merupakan organisasi pembelajar atau tempat semua unsur saling tumbuh dan belajar bersama.

"Ada lima prinsip organisasi pembelajar dari Peter Senge yaitu personal mastery (penguasaan diri), mental model (pola pikir), shared vision (visi bersama), team learning (pembelajaran tim), dan system thinking (berpikir sistemik). Kelimanya menjadi kunci yang perlu dihidupkan di setiap sekolah" ujarnya.

Bagi Wamen Fajar, jika lima prinsip itu dijalankan, sekolah akan menjadi ekosistem yang hidup. Di ekosistem itu, guru dan murid sama-sama belajar, saling memperkuat, dan terus berkembang.

Berikutnya, Wamen Fajar juga menyinggung arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti, yang tengah memperkuat ekosistem pembelajaran mendalam, termasuk melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Gerakan itu, menurutnya, menumbuhkan karakter dan motivasi belajar siswa sekaligus memperkuat peran kepala sekolah dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan.

“Negara maju bukan hanya karena infrastrukturnya, melainkan juga karena dua etos, yaitu etos belajar sepanjang hayat dan etos belajar cepat. Dua etos itu lahir dari sekolah-sekolah yang punya pemimpin yang mau terus belajar," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rupiah Masih Tertekan, 19 Juni 2026

59 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 19 J...
Nasional
Hujan Diramalkan Bakal Turu...
Rona
Waow… Inul Bicara Transfo...

Empat Pendaki Gunung Semeru Ditangkap, Ada Apa

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Empat Pendaki Gunung Semeru...

Menjaga Rupiah dengan BI Rate Tinggi, Akankah Berhasil?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Menjaga Rupiah dengan BI Ra...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.