Investasi Jakarta Capai Rp140 Triliun

Jumat, 10 Okt 2025, 03:17 WIB

JAKARTA – Meski kondisi ekonomi tengah lesu dan baru menggeliat usai dihantam badai Covid-19, penanaman modal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencapai 140 triliun. Pemprov Jakarta mencatat total investasi tersebut dalam kuartal II dan III tahun. Investasi ini tumbuh signifikan dibandingkan kuartal II dan III tahun lalu sebesar 133,35 triliun.

Investasi kuartal II sampai IIIini akan bertambah lagi. “Target kami sekitar 160 triliun sampai akhir tahun,” kata Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jakarta, Muhammad Herizkianto, Kamis. Pemprov terus membuka peluang masuknya investasi dari dalam dan luar negeri. Salah satunya melalui perhelatan Jakarta Investment Festival (JIF) 2025. Dalam kegiatan ini Jakarta menawarkan proyekdengan total nilai 403,9 triliun.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Sejumlah proyek yang dianggap potensial antara lain sektor properti, kawasan serbaguna, infrastruktur olahraga, pengembangan berorientasi transit (transit oriented development/TOD), transportasi, air bersih, pusat kreatif (creative hub), air limbah, dan pembangunan urban atau perkotaan. Herizkianto menyatakan, melalui JIF 2025, Pemprov Jakarta yang bertindak sebagai fasilitator mencoba melihat peluang investasi yang akan masuk Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky Perdana Gozali berharap JIF dapat menjadi platform strategis bagi Jakarta untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan mempromosikan potensi investasi ekonomi.

“Inovasi dan inisiatif ini diharapkan untuk menghasilkan antusiasme positif antara investor domestik dan internasional dengan memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi investasi global,” jelasnya.

JIF 2025 mengusung tema “Jakarta The Epicentrum of Asean: Invest SMART for a Global Start.” Kegiatan ini mendorong investor dengan BUMD Jakarta berkolaborasi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global pada tahun 2030. Sejumlah kegiatan diadakan dalam rangkaian JIF 2025 seperti workshop, seminar, unjuk hasil proyek, hingga pertemuan bisnis.

Tawarkan Proyek

Sementara itu, Provinsi Jakarta menawarkan sebanyak 32 proyek dengan nilai 430,9 triliundalam “Jakarta Investment Festival (JIF)” 2025. “Ini terdiri dari beberapa proyek. Terbanyak, infrastruktur, yang mendominasi nilai cukup signifikan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jakarta, Heru Hermawanto.

Heru menyampaikan proyek terkait infrastruktur menarik minat investor khususnya asing karena jangka waktunya yang panjang dan ini memiliki nilai tambah tersendiri bagi mereka. Sejumlah proyek yang dinilai potensial tadi sudah disebutkan seperti properti, kawasan serbaguna , daninfrastruktur olahraga

Menurut catatan ada 25 investor yang berminat. Jadi cukup banyak. Rata-rata berkaitan dengan infrastruktur dan IT. Merekakebanyakan mengincar investasi berjangka panjang. Wakil Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jakarta, Muhammad Herizkianto mengatakan, JIF 2025 yang ditutup kemarin merupakan upaya untuk melihat potensi investasi Jakarta di masa depan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berkolaborasi dengan BUMD seperti Paljaya, MRT Jakarta, Transjakarta dan Jakarta Propertindo (Jakpro) menawarkan proyek kepada investor agar mereka dapat berinvestasi untuk pertumbuhan ekonomi Jakarta. “Kami mencoba untuk kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun dengan investor dariJakarta, serta dari luar. Kami juga mengundang para duta besar katanya.

Sedangkan menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo, penyelenggaraan JIF Summit 2025 sebagai momen memperkuat Jakarta sebagai kota global. “Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan kompetitif di tingkat global,” ujar Pramono.

Lebih lanjut Pramono menyampaikan, realisasi investasi Jakarta terus menunjukkan tren positif. Ia memandang, peningkatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Jakarta. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jakarta akan terus menjaga kepercayaan ini melalui kebijakan yang transparan, efisien, dan berpihak pada kemajuan bersama.

Pramono menerangkan, beberapa negara tercatat sebagai investor terbesar di Jakarta, antara lain Singapura, Jepang, Malaysia, Hong Kong, dan Tiongkok. wid/Ant/G-1

  • transjakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.