Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun, Pemkot Pekalongan dan Bank Jateng Ringankan Beban Ribuan Siswa
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 18:12 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Kutnadi
PEKALONGAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, bersama Bank Jateng berkomitmen mewujudkan program wajib belajar 13 tahun. Upaya itu diwujudkan melalui bantuan perlengkapan sekolah kepada 1.400 siswa PAUD, SD, dan SMP sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Kamis, mengatakan pihaknya menjamin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan hingga jenjang sekolah menengah melalui kebijakan program wajib belajar 13 tahun.
"Tidak semua anak berasal dari keluarga yang mampu, ada yang orang tuanya mengalami PHK, ada pula yang menghadapi kesulitan ekonomi. Karena itu pemerintah perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Jateng, yang telah membantu meringankan beban masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Jateng atas konsistensi dalam mendukung dunia pendidikan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Bantuan perlengkapan sekolah ini, kata dia, bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat menempuh pendidikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Alhamdulillah, kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin Bank Jateng setiap tahun dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Tahun ini ada sekitar 1.400 siswa-siswi yang menerima bantuan, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP," katanya.
Afzan Arslan berharap melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha ini tidak ada lagi anak-anak di daerah yang putus sekolah karena kendala ekonomi.
Selain itu, kata dia, dengan dukungan berbagai pihak kegiatan ini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kita bisa memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi," katanya.
Pimpinan Bank Jateng Pekalongan Dwi Andy Setiawan mengatakan Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar terutama dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
"Bank Jateng siap terus bersinergi dengan Pemkot Pekalongan untuk membantu masyarakat khususnya di sektor pendidikan. Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pada sumber daya manusia, dan pendidikan merupakan kunci untuk membuka masa depan yang lebih baik," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!