Rupiah Masih Tertekan, 9 Oktober 2025
📅 Kamis, 09 Okt 2025, 08:30 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan seiring menurunnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Ketidakpastian ini mendorong investor global tetap mencari aset safe haven seperti dollar AS, sehingga arus modal ke aset berisiko, termasuk rupiah, menjadi terbatas.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat rupiah masih akan dipengaruhi rilis risalah pertemuan dewan kebijakan The Fed atau Federal Open Market Committee (FOMC). Investor memperkirakan Gubernur The Fed Jerome Powell bakal menunjukkan isyarat ‘hawkish’ sehingga akan mendorong dollar AS kembali menguat dan menekan rupiah.
Karenanya, Lukman memproyeksian kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (9/10), bergerak melemah di kisaran 16.500-16.650 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (8/10) sore, melemah sebesar 12 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.573 rupiah per dollar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah dipicu ketidakpastian global, sehingga penguatan dollar AS meluas di pasar global. “Dollar kembali mendapatkan momentum sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ucapnya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengutip Sputnik, saat ini Pemerintah AS masih mengalami government shutdown (penutupan pemerintah). Pemerintahan AS telah ditutup selama enam hari setelah Demokrat dan Republik gagal mencapai kesepakatan mengenai rancangan undang-undang (RUU) pendanaan sementara sebelum batas akhir tahun fiskal. Shutdown membuat 1,3 juta militer dan 50 ribu anggota penjaga pantai tidak menerima gaji, memotong bantuan pangan bagi keluarga berpenghasilan rendah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!