Belanja Masyarakat Menggeliat! BI Prediksi Penjualan Eceran September Melesat Naik

Kamis, 09 Okt 2025, 16:45 WIB

JAKARTA – Kinerja penjualan eceran menunjukkan peningkatan, menandakan konsumsi masyarakat masih terjaga di tengah berbagai tekanan ekonomi.

Kenaikan ini mencerminkan optimisme belanja rumah tangga yang mulai pulih, terutama pada kelompok barang kebutuhan pokok dan gaya hidup.

Ket. Foto: Arsip Foto - Seorang warga memilih produk beras merah kemasan saat berbelanja di salah satu swalayan di Denpasar, Bali, Selasa (15/7/2025). — Sumber: ANTARA FOTO/ Nyoman Hendra Wibowo

Meski begitu, tren ini juga perlu dicermati dari sisi keberlanjutan, karena sebagian dorongan penjualan masih ditopang oleh promosi dan momen musiman.

Secara keseluruhan, tren positif ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat belum sepenuhnya melemah, dan potensi pemulihan ekonomi domestik masih terbuka lebar.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada September 2025 meningkat secara tahunan, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh sebesar 5,8 persen year on year (yoy).

“Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 5,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/10).

Peningkatan penjualan eceran tersebut terutama bersumber dari pertumbuhan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau (7,3 persen yoy), perlengkapan rumah tangga lainnya (4,0 persen yoy), serta barang budaya dan rekreasi (4,0 persen yoy).

Secara bulanan, penjualan eceran pada September 2025 diprakirakan sedikit terkontraksi sebesar 0,3 persen month to month (mtm) terutama dipengaruhi oleh penurunan pada subkelompok sandang (-5,7 persen mtm).

Adapun pada Agustus 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan subkelompok sandang (8,3 persen yoy).

Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2025 tumbuh sebesar 0,6 persen (mtm), meningkat dari kontraksi sebesar 4,1 persen (mtm) pada Juli 2025 seiring dengan terjaganya permintaan pada periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia 2025.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan yang akan datang, yakni November 2025 dan Februari 2026 diprakirakan stabil.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2025 dan Februari 2026 masing-masing sebesar 134,6 dan 169,2, relatif stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 134,8 dan 169,3.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.