Tiongkok Umumkan Terobosan Dalam Baterai Solid-state
Rabu, 08 Okt 2025, 17:36 WIBJAKARTA - Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) dikabarkan telah mengumumkan terobosan di bidang baterai litium solid-state.
Dilaporkan Carnewschina pada Selasa (7/10) waktu setempat, tim peneliti menciptakan baterai fleksibel dengan tingkat arus stabil dan kepadatan energi tinggi berkat molekul polimer.
Diketahui, baterai solid-state dianggap sebagai masa depan mobilitas listrik karena menawarkan kapasitas baterai yang lebih tinggi sekaligus mengurangi risiko kebocoran elektrolit.
Akan tetapi, produsen baterai menghadapi beberapa tantangan keamanan selama proses pengembangan baterai tersebut.
Institute of Metal Research (yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok) mengumumkan sebuah teknologi baru di bidang tersebut.
Menurut Institute of Metal Research, instalasi material padat yang buruk antara elektroda dan elektrolit pada baterai solid-state konvensional menyebabkan resistansi distribusi ion yang tinggi dan efisiensi yang rendah sehingga aplikasi praktisnya menjadi terbatas.
Tim peneliti menciptakan baterai solid-state yang fleksibel.
Baterai ini mengandung molekul polimer, gugus etoksi, dan rantai sulfur pendek yang aktif secara elektrokimia.
Material yang diciptakan ini memiliki kapasitas distribusi ion yang tinggi dan juga memungkinkan peralihan antara distribusi ion dan penyimpanan. Sementara katoda komposit dengan elektrolit polimer terintegrasi memungkinkan peningkatan kepadatan energi hingga 86 persen.
Keunggulan lain dari baterai berbahan polimer adalah ketahanan lenturnya yang tinggi.
Para peneliti melaporkan bahwa baterai ini mampu bertahan terhadap 20.000 tekukan berulang. Strukturnya meningkatkan impedansi antarmuka dan meningkatkan kepadatan energi.
Namun, perwakilan CAS menekankan bahwa baterai fleksibel ini masih dalam tahap penelitian dasar dan belum dapat diproduksi massal.
Diketahui bahwa semakin banyak perusahaan Tiongkok yang mengumumkan adopsi baterai solid-state di masa mendatang.
Sejumlah perusahaan dikabarkan telah memasuki tahap produksi dan pengiriman percontohan baterai solid-state (SSB).
Namun demikian, kendaraan listrik baterai saat ini hanya mengadopsi baterai cair dan semi-padat. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar ITB Sarankan Lepas Terminal Aki dan Jaga Baterai 40–60 Persen
-
Mobil Listrik Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta? Ini Penjelasan Pakar ITB
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Polres Metro Tangerang Kota Tingkatkan Patroli Rumah Kosong Selama Masa Mudik Lebaran 2026
-
Perkembangan Kriteria MABIMS dalam Penentuan awal Bulan Hijriah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.