TNI Beri Kenaikan Pangkat bagi Dua Prajurit Gugur Saat Persiapan HUT

Selasa, 07 Okt 2025, 17:15 WIB

Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan dua prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian persiapan acara perayaan HUT Ke-80 TNI pada pekan lalu mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dan santunan untuk keluarganya.

"Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp350 juta, dan kenaikan pangkat luar biasa," kata Sjafrie saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Nasional (RSPPN), Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Selasa (7/10).

Ket. Foto: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (ketiga kiri) bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri) didampingi Wamenhan Donny Ermawan Taufanto (kedua kiri) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (ketiga kiri) memberikan keterangan di RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta, Selasa (7/10). — Sumber: Antara

Selain itu, dua prajurit yang gugur dalam tugas itu, yakni  Prajurit Kepala (Praka) Zaenal Mutaqim (TNI AL) dan Prajurit Satu (Pratu) Johari Alfarizi (TNI AD), juga dimakamkan secara layak melalui prosesi kemiliteran.

Pada kesempatan sama, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengatakan Mabes TNI akan mengevaluasi seluruh jajarannya terkait insiden dalam persiapan HUT TNI tersebut.

Tandyo tidak menjelaskan dengan rinci hal-hal yang akan dievaluasi dari rangkaian acara tersebut.

Dia hanya menjelaskan evaluasi itu dilakukan agar ke depan gelaran perayaan serupa bisa berjalan dengan kondusif tanpa harus mengakibatkan korban jiwa.

Sebelumnya, seorang prajurit TNI Angkatan Laut Prajurit Kepala (Praka) Marinir Zaenal Mutaqim meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat prosesi terjun payung pada acara sailing pass atau parade armada laut yang digelar TNI AL di Teluk Jakarta, Kamis (2/10).

Praka Zainal diketahui tergabung dalam tim terjun payung yang sedang menjalani simulasi tempur dalam rangka perayaan HUT Ke-80 TNI.

Dua hari berselang, tepatnya pada Sabtu (4/10), seorang prajurit Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Kostrad), yakni Prajurit Satu (Pratu) Johari Alfarizi meninggal dunia karena jatuh dari atas tank milik TNI AD.

Pangkostrad Letjen TNI Mohamad Fadjar mengatakan Johari saat itu sedang berada di atas tank yang dibawa kendaraan transporter. Tank itu akan dipindahkan untuk keperluan acara puncak HUT TNI yang digelar di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10).

Saat proses pemindahan tank berlangsung, Johari jatuh dari atas tank tersebut di sekitaran kawasan Monas. Johari jatuh dari ketinggian sekitar 4 meter dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh serta patah tulang.

Johari sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis, namun meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.