Sinyal Waspada! Cadangan Devisa pada September Menyusut, BI Jor-joran Intervensi Rupiah?
Selasa, 07 Okt 2025, 15:58 WIBJAKARTA â Cadangan devisa Indonesia turun signifikan pada September lalu di tengah tekanan terhadap rupiah kian kuat. Penurunan ini umumnya terjadi karena pembayaran utang luar negeri, intervensi Bank Indonesia untuk menjaga nilai rupiah, dan turunnya penerimaan ekspor.
Turunnya cadangan devisa itu menandakan adanya tekanan pada sektor eksternal. Namun, selama jumlah cadangan devisa masih cukup untuk membiayai impor dan utang jangka pendek, kondisi ekonomi Indonesia masih tergolong aman.
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 sebesar 148,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS), lebih rendah dari posisi pada akhir Agustus 2025 yang mencapai 150,7 miliar dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/10), mengatakan perkembangan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Selain itu, menurut dia, posisi cadangan devisa pada September 2025 juga dipengaruhi kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Posisi cadangan devisa akhir September 2025 tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor, ujar dia.
âBank Indonesia menilai cadangan devisa ini tetap kuat mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,â kata Ramdan.
Ia mengatakan ke depan Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap kuat sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga serta neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik
âBank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,â kata Ramdan.
Penurunan cadangan devisa ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap stabilitas eksternal masih perlu diwaspadai, terutama di tengah ketidakpastian global dan kebutuhan pembayaran utang luar negeri.
Secara keseluruhan, penurunan cadangan devisa pada September 2025 mencerminkan dinamika arus modal dan kebutuhan pembayaran luar negeri yang meningkat.
Meski demikian, posisi cadangan devisa Indonesia yang masih berada pada tingkat aman tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas eksternal dan ketahanan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Crystal Palace Dapat Kesempatan Balas Dendam atas Larnaca di 16 Besar UEFA Conference League
-
Trump Ancam akan Berlakukan Tarif pada Negara-negara yang Menentang Pengambilalihan Greenland
-
El Nino Diprediksi Memuncak Juli-Oktober 2026, Kepala Daerah Diminta Siaga Karhutla
-
Film 'Crazy Rich Asians' Lanjut Jadi Serial di HBO
-
IHSG Longsor Pagi Ini: Dari Rebalancing MSCI hingga Warning FTSE Russell
-
BPS Mencatat Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional
-
Gol Tunggal Maza Antar Leverkusen Depak Dortmund dari Piala Jerman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.