Pemkab Lebak Libatkan 3.204 Pendamping Keluarga Tangani Stunting

Selasa, 07 Okt 2025, 16:42 WIB

Lebak -- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten melibatkan sebanyak 3.204 tim pendamping keluarga (TPK) untuk penanganan stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak akibat gagal tumbuh.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Selasa, mengatakan semua kader TPK, yakni Bidan Desa, kader Keluarga Berencana (KB), dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melakukan pendataan dan pencatatan di lapangan, di antaranya calon pengantin, ibu hamil, pasca ibu hamil, pengukuran tubuh badan, pembagian makanan, dapur sehat, dan pemeriksaan balita.

Ket. Foto: Tim pendamping keluarga (TPK) penanganan stunting di Kelurahan Rangkasbitung Barat Kabupaten Lebak, Banten melakukan pendataan ibu hamil. — Sumber: ANTARA/Mansyur

Selain itu, kader TPK melakukan rujukan jika ditemukan ibu hamil mengalami anemia untuk mendapatkan tablet tambah darah (TTD) maupun kurang energi kronik (KEK) dengan memberikan asupan gizi.Begitu juga bagi masyarakat yang mengalami kurang gizi, mendapatkan ketersediaan pangan melalui kader PKK dengan memberikan pembenihan pertanian, perikanan, dan peternakan.

"Kita berharap penanganan TPK dari konvergensi paling bawah dapat ditangani, sehingga tidak melahirkan kasus baru stunting," katanya.

Menurut dia, selama ini kader TPK garda terdepan di tingkat bawah untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting dan memiliki tanggung jawab untuk melakukan pelaporan data dan pencatatan. Sebab, pelaporan data dan pencatatan tersebut menjadi bagian integral untuk mengatasi stunting secara akurat, terpadu, terintegrasi dan tepat sasaran di lapangan.

"Kita tidak bisa bekerja untuk mengendalikan stunting jika tidak memiliki data akurat," kata Tuti.

Ia mengatakan para kader TPK, setelah melakukan penanganan stunting di tingkat desa/kelurahan, kemudian melaporkan kepada tim koordinasi penanganan stunting tingkat kecamatan masing-masing.

Pelaporan ke tingkat kecamatan itu menggunakan aplikasi handphone android dan selanjutnya di tingkat kecamatan dilaporkan kembali ke tingkat kabupaten.

Para kader TPK tersebut mendapatkan honor masing-masing Rp110 ribu dan biaya operasional. "Semua kader TPK bekerja sesuai kebutuhan keluarga yang ada di desa dan kelurahan setempat," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen agar balita jangan sampai mengalami stunting, sebab stunting berdampak terhadap kemajuan bangsa, karena orang yang sudah positif stunting dipastikan memiliki keterlambatan cara berpikir, juga IQ sangat rendah.

Dengan demikian, pemerintah daerah mempersiapkan generasi unggul dan bisa bersaing di era globalisasi, sehingga balita sekarang harus terbebas dari stunting. "Kami minta kader TPK bisa bekerja keras agar tidak ada lagi kasus baru stunting," katanya.

Berdasarkan data aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), kasus stunting di Kabupaten Lebak sampai April 2025 tercatat sebanyak 4.246 bayi (4,18 persen), dari hasil pengukuran dan penimbangan kepada sebanyak 101.513 bayi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.