Gunung Lewotobi  Semburkan Abu Sampai 2.000 Meter, Warga Diminta Bersiaga

Selasa, 07 Okt 2025, 09:42 WIB

KUPANG – Seluruh warga seputaran Gunung Lewotobi Laki-laki diminta bersiaga bila sewaktu-waktu diminta mengungsi. Sebab Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekam kejadian erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan ketinggian kolam abu mencapai kurang lebih 2000 meter pada Selasa dini hari.

Petugas Pos PGA Gunung Lewotobi Laki-laki Agustinus Bani dalam laporan tertulis yang diterima di Labuan Bajo, Selasa menyatakan erupsi tersebut terjadi pada pukul 00.49 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2000 di atas puncak atau kurang lebih 3.584 meter di atas permukaan laut.

Ket. Foto: semburkan abu — Sumber: ist

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," katanya. Ia menambahkan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14.8 milimeter (mm) dan durasi kurang lebih dua menit 50 detik.

Sementara itu, saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level III (Siaga), oleh karena itu, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Ramalan Cuaca

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah di Indonesia akan diselimuti awan dan diguyur hujan ringan hingga sedang pada hari ini, Selasa.

"Di Pulau Jawa, Kota Jakarta dan Bandung diprakirakan diguyur hujan ringan. Sementara Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya diselimuti awan tebal," kata Prakirawan BMKG Ina Indah Hapsari dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta.

Di Sumatera, wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni di Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang.

Adapun Aceh dan Medan berpotensi diselimuti awan. Jambi dan Bandar Lampung berpotensi diguyur hujan deras disertai petir.

"Untuk Bali, Kupang, dan Mataram diprakirakan berawan tebal," kata dia.

Selanjutnya di Pulau Kalimantan, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Tanjung Selor dan Palangkaraya. Sementara Banjarmasin dan Pontianak berpotensi hujan petir, adapun Samarinda berawan tebal.

Berpindah ke wilayah Sulawesi, kata dia, Kota Mamuju dan Gorontalo diprakirakan hujan ringan. Palu, Kendari, Manado, dan Makassar diprakirakan diselimuti awan.

Di wilayah Indonesia Timur pada umumnya berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang seperti di Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke. Sementara Ternate diprakirakan hujan lebat disertai petir.

"Bagi yang ingin mengetahui cuaca secara khusus yang diperbaharui setiap tiga jam dapat memantau di aplikasi BMKG," katanya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem seiring dengan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki peralihan dari musim kemarau ke hujan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan curah hujan tinggi dalam periode peralihan ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.

"Sejak akhir Agustus hingga September, sebagian besar wilayah sudah memasuki peralihan musim. Fenomena ini ditandai dengan hujan lebat, petir, hingga angin kencang," katanya.

  • Abu Vulkanik Lewotobi

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.