Gubernur Pramono Lepas 58 Kafilah DKI Jakarta ke STQH Nasional 2025: “Menang Tak Hanya di Podium, Tapi di Hati Umat”

Senin, 06 Okt 2025, 19:30 WIB

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melepas 58 kafilah Provinsi DKI Jakarta yang akan berlaga pada Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara pelepasan berlangsung di Balai Kota Jakarta, Senin (6/10), dengan penuh semangat dan doa untuk membawa prestasi terbaik bagi ibu kota.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa STQH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits. Ia menilai, pemahaman serta penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci mewujudkan masyarakat yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Jakarta selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak melahirkan juara STQH. Mudah-mudahan keberangkatan kali ini membawa kabar baik dan prestasi membanggakan bagi ibu kota. Terlebih, para peserta didampingi pelatih serta tokoh-tokoh yang berkompeten. Saya optimis hasil terbaik bisa diraih,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) DKI Jakarta yang telah berperan penting dalam menyiapkan para kafilah. Menurutnya, semangat dan kerja keras peserta, pelatih, serta pendamping mencerminkan komitmen Jakarta dalam mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

“Jaga kesehatan, disiplin, dan fokus selama perlombaan. Tampilkan kualitas terbaik kalian. Kemenangan sejati bukan hanya di podium juara, tetapi juga bagaimana kita mengamalkan nilai Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan setiap lantunan ayat sebagai cerminan akhlak mulia,” pesan Gubernur Pramono.

STQH Nasional sendiri merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI bekerja sama dengan LPTQ. Kompetisi ini menguji kemampuan membaca, menghafal, serta memahami Al-Qur’an dan Hadits. Tahun ini, kafilah DKI Jakarta berjumlah 58 orang, terdiri dari 23 peserta, 25 official, dan 10 pelatih serta pendamping yang akan berangkat ke Kendari pada 11–18 Oktober 2025.

Gubernur Pramono berharap pelaksanaan STQH Nasional dapat menjadi wadah syiar Islam yang memperkuat karakter bangsa dan melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Menurutnya, generasi muda yang mencintai Al-Qur’an adalah fondasi penting bagi kemajuan Jakarta sebagai kota global yang beradab dan berakhlak mulia.

“STQH bukan hanya soal kemenangan, tapi juga soal bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an menuntun kehidupan kita. Semoga kafilah Jakarta menjadi contoh dalam mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara kaffah dan istiqomah,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa dukungan penuh Pemprov DKI terhadap kegiatan keagamaan seperti STQH merupakan bagian dari upaya membangun spiritual capital warga Jakarta. Menurutnya, pembangunan fisik dan ekonomi tidak akan bermakna tanpa fondasi moral dan spiritual yang kuat di tengah masyarakat.

Selain menjadi ajang kompetisi, STQH juga berperan penting dalam mempererat persaudaraan antarprovinsi serta memperkaya khazanah keislaman di Indonesia. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat saling berbagi ilmu, memperluas jaringan dakwah, dan menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah yang kokoh.

“Semoga Allah SWT meridai setiap langkah kita dan menjadikan kafilah Jakarta teladan dalam mengamalkan Al-Qur’an secara kaffah serta istiqomah, sehingga mampu mengharumkan nama Jakarta di kancah nasional,” tutup Gubernur Pramono dengan penuh keyakinan.

Dengan semangat religius dan dukungan penuh pemerintah daerah, kafilah DKI Jakarta diharapkan mampu mempertahankan tradisi juara sekaligus menjadi duta akhlak mulia yang membawa pesan perdamaian dan keindahan Islam bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.