HUT Ke-80 TNI, Ketua DPR Harap TNI Semakin Profesional dan Modern
📅 Minggu, 05 Okt 2025, 14:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Youtube/Sekretariat Presiden
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani berharap Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin profesional dan modern pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 yang diperingati pada tanggal 5 Oktober ini.
“TNI adalah benteng pertahanan bangsa yang selalu setia menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern, dan terus menjadi kebanggaan bangsa bersama rakyat Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya diterima di Jakarta, Minggu (5/10).
Menurut dia, delapan dekade pengabdian TNI mencerminkan perjalanan panjang bangsa dalam membangun pertahanan yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, dia meyakini peran TNI kian penting.
“Mulai dari kompetisi geopolitik, ancaman keamanan non-tradisional, hingga disrupsi teknologi dan informasi, peran TNI tidak hanya sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai garda terdepan menjaga stabilitas nasional yang menjadi prasyarat bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Oleh karena itu, dalam momentum peringatan HUT Ke-80 TNI, Puan kembali mengingatkan agar TNI meningkatkan kekuatan teknologi, mengingat perkembangan zaman dewasa ini. Apalagi, kata dia, serangan siber menjadi ancaman baru pertahanan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Puan, pembangunan pertahanan siber harus menjadi atensi TNI, sekaligus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan strategi menghadapi tantangan global yang disertai dengan inovasi agar menjadi tentara modern dan profesional.
TNI, sambung dia, harus memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman kedaulatan, termasuk dari serangan siber. Maka dari itu, dia menyebut pembangunan postur pertahanan dengan alutsista canggih dan sesuai kebutuhan penting untuk dipastikan.
“Tentunya, alat yang canggih tak akan optimal tanpa dibarengi dengan sumber daya manusia yang andal maka TNI berkewajiban memiliki personel yang cekatan dan menguasai teknologi pertahanan,” imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua DPR juga menegaskan bahwa tema peringatan HUT TNI kali ini, yakni “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju” mengandung pesan strategis bahwa kekuatan pertahanan tidak semata ditentukan oleh jumlah personel atau modernitas alutsista.
Lebih dari itu, ucap Puan, kekuatan pertahanan juga ditentukan oleh kemampuan TNI beradaptasi terhadap tantangan zaman, membangun profesionalisme, dan menjaga kepercayaan rakyat.
“TNI yang profesional dan berkarakter rakyat adalah jaminan bagi tegaknya demokrasi dan kemandirian bangsa,” ia menegaskan.
Dalam konteks ini, Puan menilai pemerintah perlu terus memastikan kebijakan pertahanan nasional berjalan secara berkesinambungan, berbasis riset, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang.
“Penguatan industri pertahanan dalam negeri, kemandirian alutsista, dan peningkatan kesejahteraan prajurit harus menjadi prioritas yang nyata, bukan hanya slogan,” ujarnya.
Di samping itu, Puan turut menegaskan komitmen DPR RI, sebagai lembaga negara yang memiliki fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, untuk terus memperkuat dukungan politik dan kebijakan terhadap modernisasi TNI secara transparan dan akuntabel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!