Aduh Mewah! Ikan Arwana Super Red Kalbar Jadi Andalan Baru Dongkrak Ekspor RI!
📅 Minggu, 05 Okt 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA – Ekspor ikan arwana super red bukan cuma soal jual beli ikan hias mahal, tapi juga bukti bahwa potensi biodiversitas Indonesia punya nilai ekonomi tinggi di pasar global.
Ikan arwana super red memang jadi primadona karena warna dan keunikannya. Namun, keberhasilan ekspor arwana menunjukkan kemampuan pelaku usaha lokal dalam menjaga kualitas, legalitas, dan keberlanjutan budidaya.
Pasar internasional, terutama Asia Timur, punya standar ketat soal asal-usul dan perawatan Ikan arwana super red, jadi ekspor yang lancar menandakan industri ini makin profesional.
Kalau dikelola berkelanjutan, ikan arwana super red bisa jadi contoh sukses bagaimana kekayaan alam Indonesia bisa memberi nilai tambah ekonomi tanpa merusak ekosistem.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penuh peningkatan ekspor ikan arwana super red asal Kalimantan Barat sebagai langkah strategis memperkuat devisa negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Arwana super red asal Kalimantan Barat berhasil menembus pasar 14 negara," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/10).
KKP menyebut keberhasilan ekspor ikan hias unggulan itu tidak hanya memperkuat devisa, tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya perikanan bernilai tinggi secara berkelanjutan.
Koswara menegaskan bahwa arwana super red adalah ikon ikan hias kebanggaan Indonesia yang sejak lama memikat pasar dunia. Permintaan internasional terus meningkat, terutama dari negara-negara Asia, dan kini mulai merambah pasar baru seperti Sri Lanka dan Suriname.
"Hal ini bukti pengakuan dunia atas kualitas budidaya arwana Indonesia,” ujar Koswara.
Ia menyebutkan data KKP menunjukkan pada tahun 2024, ekspor arwana formosus asal Kalimantan Barat mencapai 161.066 ekor, dengan tujuan utama China (89 persen), Vietnam (8 persen), dan Taiwan (3 persen).
Sementara periode Januari–29 September 2025, tercatat 573 dokumen ekspor dengan jumlah 105.357 ekor arwana dikirim ke 14 negara, termasuk pasar baru di Asia Selatan dan Amerika Latin.
Koswara menambahkan, seluruh kegiatan ekspor arwana wajib mengikuti regulasi ketat baik nasional maupun internasional. Sebagai jenis ikan dilindungi penuh dan termasuk Appendiks I CITES, perdagangan arwana diatur melalui Permen KP No. 61/2018 dan Kepmen KP No. 1/2021.
“Pengawasan dilakukan ketat untuk memastikan kelestarian spesies,” jelasnya.
Selain kontribusi pada devisa, keberhasilan ekspor arwana juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat budidaya ikan hias dunia yang menjunjung prinsip keberlanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!