Sentimen Global Masih Dominan, 3 Oktober 2025

Jumat, 03 Okt 2025, 09:10 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak fluktua­tif jelang akhir pekan ini. Absennya data ekonomi dari da­lam negeri membuat arah pasar lebih banyak ditentukan oleh dinamika global, terutama kebijakan moneter dan kon­disi keuangan di Amerika Serikat (AS).

Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat investor masih mempertimbangkan shutdown pemerintah AS dan data pekerjaan ADP yang sa­ngat buruk seiring tidak adanya rilis data ekonomi dari do­mestik. Karenanya, Lukman memproyesikan kurs rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (3/10) bergerak di kisaran 16.550-16.650 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (2/10) sore, menguat sebe­sar 37 poin atau 0,22 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.598 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva mengata­kan penguatan rupiah dipicu government shutdown (penu­tupan pemerintah) AS yang melemahkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas fiskal Negeri Paman Sam. “Ini memberi tekanan pada dollar AS, sehingga membuka ruang penguat­an bagi mata uang Asia, termasuk rupiah,” ujarnya di Jakarta.

Mengutip Sputnik, pemerintah federal AS kembali men­jalani penutupan sebagian setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan mengenai pendana­an sementara sebelum batas waktu tengah malam. Tahun fiskal 2024 telah berakhir pada 30 September, namun Kong­res belum menyepakati anggaran untuk tahun mendatang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.