Sekjen Asean Minta Negara Anggota Perkuat Diplomasi Kawasan
📅 Jumat, 03 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA /Bayu Pratama S
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/Asean), Kao Kim Hourn, meminta negara-negara anggota Asean untuk mempertahankan peran diplomasi kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
"Asean harus memperkuat komitmen dan kapasitasnya untuk terlibat secara aktif, serta mempertahankan peran sentral dalam urusan dan diplomasi di kawasan," kata Sekjen Kaosaat menjadi pembicara utama dalam konferensi 2nd Asean Think Tank Summit (ATTS) di Jakarta, Kamis (2/10).
Para pemimpin Asean tahun ini mengesahkan Deklarasi Kuala Lumpur tentang Asean 2045: Our Shared Future, yang memetakan jalur pembangunan di kawasan untuk dua dekade mendatang. Dokumen itu juga menegaskan kembali komitmen Asean pada perdamaian, keamanan, stabilitas, kemakmuran, dan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Sekjen Kao, Asean menantikan masuknya Timor Leste sebagai anggota ke-11 Asean, yang akan memperkaya perhimpunan itu melalui partisipasi dan perspektif, serta memperkuat persatuan, solidaritas, dan keberagaman. Sedangkan pada akhir bulan ini, KTT Asean-Tiongkok di Kuala Lumpur akan mengesahkan Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas Asean-Tiongkok (ACFTA) ke versi 3.0.
2025 diperkirakan akan menjadi tahun untuk mencapai kesepakatan dan peningkatan beragam perjanjian ekonomi bagi Asean. Namun di saat yang sama, kata Sekjen Kao, lingkungan global menjadi semakin tidak menentu dengan kompleksitas dan volatilitas yang jauh lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Persaingan strategis di antara kekuatan-kekuatan besar semakin memanas, lembaga-lembaga multilateral menghadapi tekanan, dan tatanan berbasis aturan berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata dia.
Sekjen Kao menilai fragmentasi ekonomi yang didorong oleh dorongan proteksionis dan penataan ulang rantai pasok akan menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan dan perdagangan.
"Ini berarti Asean harus menavigasi tidak hanya kompleksitas regional, tetapi juga gejolak global yang secara langsung memengaruhi keamanan, kemakmuran, serta kapasitas kita untuk terus tumbuh dan berinovasi,” tutur dia.
Belum lagi perubahan iklim dan disrupsi teknologi, yang telah melampaui batas negara dan menuntut respons kolektif, bahkan ketika sentimen nasionalisme semakin menguat, kata Sekjen Kao.
Beri Gagasan Konkret
Selain itu Sekjen Kao juga menyoroti peran penting lembaga pemikir (think tank) dalam menghasilkan gagasan konkret yang dapat membantu Asean menghadapi isu-isu mendesak.
“Dengan menghasilkan gagasan yang konkret, visioner, dan dapat ditindaklanjuti, lembaga pemikir, khususnya yang berakar di kawasan ini, bisa membantu Asean menghadapi isu-isu mendesak, serta memperkuat sentralitas dan daya adaptasi Asean di tengah lanskap internasional yang semakin terfragmentasi dan terpolarisasi," kata dia.
Kao menjelaskan bahwa sebagai Sekjen Asean dan seorang pendidik, dirinya sejak lama meyakini bahwa pendekatan inovatif terhadap tantangan tradisional maupun yang baru harus berakar pada dialog terstruktur dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!