Orang-orang Kaya dari Tiga Negara Berikut Bangun Hotel untuk Dukung MotoGP Mandalika
Jumat, 03 Okt 2025, 11:22 WIBMATARAM â Balapan motor di sirkuit Mandalika ternyata memancing banyak orang kaya untuk membangun bisnis di sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Mereka adalah investor dari Spanyol, Italia dan Arab Saudi. Mereka berkolaborasi membangun hotel di kawasan wisata Gunung Tunak Kecamatan Pujut, Lombok Tengah untuk mendukung akomodasi penyelenggaraan ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kenapa ada MotoGP di Mandalika. Itulah jawaban saya berinvestasi di Lombok untuk meningkatkan pariwisata di Lombok," kata CEO and Founder HFCÂ Grup Richard Demicheli di Lombok Tengah, Kamis. Dirinya berkomitmen untuk mendukung pengembangan pariwisata di Lombok, agar bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut diharapkan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan mimpi tersebut untuk mewujudkan pariwisata hijau di Lombok. "Kami berkomitmen mewujudkan pariwisata hijau berkelanjutan," katanya.
Pembangunan yang dilakukan tersebut bukan hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga berorientasi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal. "Proyek ini bertujuan menciptakan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip green tourism dan diharapkan pariwisata di Lombok dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," katanya.
Ia mengatakan pembangunan resort ini juga akan mengedepankan keunikan budaya dan sumber daya alam Lombok. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen budaya lokal dan alam, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pariwisata yang mengangkat identitas Lombok. "Kami tetap berkomitmen melestarikan budaya dan menjaga lingkungan di Lombok," katanya.
Ia mengatakan pembangunan hotel dan resort ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya lokal, sehingga dirinya juga akan membangun sekolah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sejak usia dini.
"Saya tidak ingin melihat anak-anak di Lombok ini putus sekolah," katanya. Pembangunan hotel dan resort tersebut direncanakan di 2026 dan ditargetkan rampung di 2027, setelah proses pembebasan lahan selesai dilakukan di 2025.
Bagnaia
Sementara itu, pembalap Ducati Francesco Bagnaia mencoba meraih sebanyak mungkin poin di lima balapan tersisa MotoGP tahun ini, dengan yang terdekat akan dimulai di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini.
Bagnaia, kini sedang dalam kepercayaan diri tinggi menyusul penampilan gemilangnya di Sirkuit Motegi, Jepang, pekan lalu, tempat dia meraih kemenangan ganda pada Sprint dan balapan utama Grand Prix.
Itu penampilan terbaik juara dunia 2022 dan 2023 tersebut musim ini, setelah ia selalu kesulitan menemukan setelan motor terbaik di 17 balapan sebelumnya.
âDi Jepang semuanya berjalan sempurna, meskipun ada sedikit ketegangan di akhir, tetapi saya sangat senang karena, berkat kerja keras seluruh tim, kami berhasil kembali ke posisi teratas. Itu tidak mudah; ada beberapa momen yang sangat sulit,â kata Bagnaia, dikutip dari laman resmi Ducati Corse, Kamis.
âSekarang kami masih memiliki lima akhir pekan balapan di depan kami: mari kita nikmati, bekerja keras, dan mencoba meraih poin sebanyak mungkin di klasemen,â tambah dia.
Selain bekal positif di Motegi, pembalap yang akrab disapa Pecco ini juga âbersahabatâ dengan Mandalika, setelah kemenangannya pada 2023. Ketika itu, ia finis dalam waktu 41 menit 20,293 detik, unggul 0,306 detik dari Maverick Vinales dari Aprilia di posisi kedua.
Pada tahun lalu, meski dikalahkan Jorge Martin dan hanya menempati posisi ketiga, Bagnaia adalah pemenang sesi Sprint, ketika ia menang 0,107 detik dari rekan setimnya Enea Bastianini di tempat kedua.
Kini, ia menghuni posisi ketiga dengan 274 poin. Ia hanya terpaut 66 poin dari Alex Marquez di peringkat kedua klasemen.
Dengan lima seri tersisa di mana ada perolehan 185 poin maksimal yang bisa diraih, maka finis sebagai runner-up adalah peluang yang masih sangat terbuka lebar untuk pembalap Italia tersebut.
Kendati demikian, jumlah poinnya juga masih belum aman untuk minimal menyegel tiga besar, mengingat ia hanya terpaut 32 poin dari peringkat keempat Marco Bezzecchi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemantauan Pelayanan Penyeberangan di Pelabuhan Tanjungkalian Bangka Barat
-
Sora AI Resmi Hadir di Android: Pengguna Bisa Bikin Video Keren Secara Instan
-
Bank Mandiri Ringankan Kredit Nasabah Terdampak Bencana Sumatera, Ini Skema Relaksasinya
-
Perkuat Industri Nasional, Kemenperin Percepat Fasilitas Sertifikasi Halal
-
Rumput Hijau Mandalika Ditata Ulang, MGPA Pastikan Standar Dunia
-
Sirkuit Mandalika Bersiap Sambut MotoGP 2025
-
Pemprov Maluku Utara Dapat Bantuan Kemenekraf untuk Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.