Gubernur Pramono Bagi-Bagi Ijazah Gratis, Ribuan Siswa Jakarta Langsung Lega!

Jumat, 03 Okt 2025, 14:30 WIB

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap IV Gelombang Kedua Tahun 2025 di SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1, Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/10). Sebanyak 1.238 peserta didik menerima ijazah dengan nilai anggaran mencapai Rp4,13 miliar.

“Ini salah satu acara yang saya tunggu. Saya ingin bertemu langsung dengan Saudara-saudara sekalian. Harapan saya, ijazah yang sebelumnya tertahan ini bisa Saudara gunakan untuk mencari pekerjaan tetap maupun melanjutkan pendidikan,” ujar Gubernur Pramono.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memastikan seluruh anak di ibu kota mendapatkan hak pendidikan penuh. Tidak boleh ada lagi yang kehilangan kesempatan hanya karena terkendala biaya maupun administrasi.

“Karena kita tidak pernah tahu seperti apa masa depan, bantuan pemutihan ijazah ini akan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk hari ini, tapi juga di masa depan,” tambahnya.

Program pemutihan ijazah yang digagas Pemprov DKI telah berjalan sejak tahap pertama hingga tahap IV gelombang kedua. Total penerima manfaat mencapai 3.297 peserta didik dengan bantuan senilai Rp12,08 miliar.

“Program pemutihan ijazah, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan sebagainya, saya awasi langsung. Saya tahu berapa yang sudah dibagikan, berapa yang masih terkendala, dan apa masalahnya,” jelas Gubernur Pramono.

Ia menyampaikan bahwa pengawasan ketat terhadap seluruh program pendidikan di Jakarta menjadi prioritas. Menurutnya, transparansi dan efektivitas adalah kunci keberhasilan agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta untuk memperluas jangkauan program ini. Dengan kolaborasi tersebut, ditargetkan sebanyak 6.652 ijazah dapat diputihkan sepanjang tahun 2025.

“Mudah-mudahan ijazah yang Saudara terima ini bermanfaat. Ini memang hak Saudara sekalian. Saya paham, sebagian besar mungkin belum beruntung karena tidak memiliki biaya untuk menebus ijazah. Semoga sekarang bisa digunakan sebagaimana mestinya,” tandas Pramono.

Program pemutihan ijazah menjadi salah satu wujud nyata perhatian Pemprov DKI terhadap kesetaraan pendidikan. Dengan adanya bantuan ini, banyak siswa yang sebelumnya terhambat akhirnya bisa melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja dengan dokumen resmi.

Sejumlah orang tua siswa pun merasa lega karena anak-anak mereka akhirnya memiliki kesempatan yang sama. Ijazah yang tertahan bertahun-tahun kini sudah bisa digunakan sesuai kebutuhan masing-masing penerima.

Program ini juga mencerminkan arah kebijakan Pemprov DKI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang merata, Jakarta diharapkan dapat mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global.

Dengan total anggaran miliaran rupiah, pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Seiring dengan itu, Pemprov DKI menegaskan akan terus melanjutkan berbagai program pendidikan berbasis keadilan sosial. Upaya ini menjadi bagian dari visi menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan bagi semua warganya.

Langkah ini juga diharapkan menginspirasi pemerintah daerah lain di Indonesia. Pendidikan yang terjangkau dan aksesibel dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda dalam mengejar cita-cita.

Dengan distribusi ijazah yang semakin luas, diharapkan tidak ada lagi anak Jakarta yang kehilangan kesempatan emas hanya karena faktor biaya. Pemerintah berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan ibu kota.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.