BI NTT Perkuat Literasi Keuangan di Kalangan Generasi Muda

Jumat, 03 Okt 2025, 09:31 WIB

KUPANG – Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda agar mampu menjadi pemimpin masa depan (future leaders) yang cerdas, inovatif, produktif, dan efisien dalam bidang ekonomi.

“Semakin baik tingkat literasi keuangan, ekonomi kita akan lebih inovatif, produktif, dan efisien seiring dengan meningkatnya jumlah investor ritel dan dukungan sektor keuangan,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda, di Kupang, Kamis (03/10).

Ket. Foto: Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda memberikan kata sambutan ketika membuka kegiatan LIKE IT di Kupang, Kamis (2/10/2025). — Sumber: ANTARA

Hal ini disampaikannya ketika  membuka kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2025 yang diikuti oleh 500 mahasiswa di Kota Kupang.

Menurut Rio, literasi keuangan menjadi kunci penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan cerdas dalam perencanaan keuangan, berinvestasi dengan aman, serta memanfaatkan produk keuangan yang terpercaya.

LIKE IT 2025 edisi NTT yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Kupang diikuti 500 peserta, terdiri atas mahasiswa, anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI), pegawai perbankan, dan insan media. Acara ini digelar secara hibrid bersama peserta dari seluruh Indonesia.

Program LIKE IT sendiri merupakan salah satu agenda prioritas Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan (FK-PSK) yang beranggotakan BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Sejak 2021, program ini konsisten mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda sekaligus memperluas basis investor ritel.

Dengan tema “Generasi Muda Cerdas Keuangan, Menuju Indonesia Emas”, LIKE IT 2025 menekankan pentingnya perencanaan keuangan, kesiapan menghadapi tantangan investasi, serta peran generasi muda sebagai agent of change dalam mengedukasi masyarakat.

Dia menambahkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan inklusi keuangan nasional sudah mencapai 80,51 persen. Namun, tingkat literasi keuangan baru 66,46 persen, sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

Sementara itu Deputi Bidang Pengawasan Prilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Polantoro mengatakan, kegiatan positif itu nantinya tidak hanya dilakukan di Kota Kupang.

“Di bulan Oktober ini kita akan roadshow ke beberapa kabupaten di Perbatasan RI-RDTL untuk memberikan pemahaman tentang Literasi keuangan,” ujar dia.

Beberapa kabupaten itu, seperti di Kabupaten Belu, Malaka serta Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

  • BI NTT

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.