Bergerak Konsolidasi Jangka Pendek, 3 Oktober 2025

Jumat, 03 Okt 2025, 08:55 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di­perkirakan bergerak cenderung konsolidasi dalam jangka pendek. Sentimen IHSG diperkirakan masih berasal dari global, tertama penghentian sementara atau shutdown pe­merintahan Amerika Serikat (AS).

Menurut catatan Tim Analis MNC Secu­ritas yang dikutip dari laman resminya, Kamis (2/10), penguatan IHSG kemarin didukung volume beli yang menandakan masih adanya sentimen positif di pasar. Namun, secara teknikal pergerakannya cenderung konso­lidasi dalam jangka pendek.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Untuk perdagangan, Jumat (3/10), skenario terbaik (biru) memberi peluang IHSG melanjutkan penguatan membentuk wave ke kisaran 8.200–8.246. Meski begitu, pada skenario alter­natif (hitam), IHSG masih rawan koreksi untuk menguji area support di 7.894–7.959 sebelum melanjutkan arah berikutnya.

Kondisi ini menegaskan bahwa pasar tengah berada di fase penentuan, antara menjaga momentum penguatan atau menguji ketahanan level bawah.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/10) sore, ditutup menguat 27,26 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.071,08, seiring pelaku pasar cenderung mengabai­kan shutdown (penutupan) Pemerintah Amerika Serikat (AS). Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,20 poin atau 0,15 persen ke posisi 783,29.

“Bursa kawasan Asia kompak menguat ketika investor mengabaikan penutupan pemerintahan AS,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico­demus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Dari mancanegara, Mahkamah Agung AS menjadwalkan sidang pada Januari 2026, terkait upaya Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.