UGM dan BRIN Perkuat Riset Biodiversitas untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 02 Okt 2025, 17:15 WIB

YOGYAKARTA - Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memegang peran penting dalam isu keanekaragaman hayati global. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan konservasi, tetapi juga ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi, hingga budaya masyarakat. Karena itu, riset biodiversitas perlu diarahkan pada konservasi sekaligus pemanfaatan berkelanjutan yang mendukung sektor pangan, farmasi, energi terbarukan, dan mitigasi perubahan iklim.

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya semangat nasionalisme dalam setiap upaya riset dan inovasi, termasuk pengelolaan biodiversitas. Menurutnya, penguatan riset harus dibarengi kesadaran sejarah, komitmen menjaga lingkungan, serta keberanian generasi muda mengambil peran.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. UGM

“Anak muda harus ingat bahwa negeri ini milik kalian. Gunakan ilmu dan kemampuan kalian untuk menjaga Indonesia agar tetap merdeka, berdaulat, dan abadi,” ujarnya dalam workshop *Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM–BRIN* di Balai Senat UGM, Rabu (1/10).

Megawati juga menyoroti kontribusi besar perempuan dalam perjuangan bangsa yang perlu terus diperkuat dalam dunia riset dan kebijakan.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, menegaskan komitmen UGM terhadap riset biodiversitas tropis melalui kerja sama dengan BRIN, mencakup konservasi hingga perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). “Melalui kolaborasi ini, UGM ingin memperkuat ekosistem riset biodiversitas agar hasilnya dapat berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

UGM disebut telah memperkuat kapasitas riset dengan fasilitas unggulan seperti Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Integrated Genome Factory (IGF), Porok Marine Research Station, Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversity Center (MSIBC), dan Bank Genetik PIAT. Universitas ini juga mengembangkan inovasi, mulai dari Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) pertama di Asia Tenggara, Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), hingga perlindungan sumber daya genetik melalui Bank Genetik PIAT yang pernah meraih *Indonesian Breeder Award* pada 2021.

Menurut Ova, UGM pada 2024 mencatat 28 hak cipta dan 30 paten biodiversitas, sementara hingga September 2025 sudah terdaftar 11 hak cipta dan 19 paten. “Data ini menunjukkan komitmen UGM untuk tidak berhenti menghasilkan inovasi, tetapi juga memperkuat perlindungan hukum atas biodiversitas nasional,” tegasnya.

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Dr. Bambang Kesowo, S.H., LL.M., menekankan pengelolaan biodiversitas tidak bisa dilepaskan dari tata kelola HKI yang kuat. Tanpa perlindungan hukum, kata dia, hasil riset dan kekayaan hayati Indonesia rentan dieksploitasi pihak luar. Karena itu, regulasi yang komprehensif diperlukan agar biodiversitas dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

“Penguatan HKI menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa atas potensi biodiversitas yang sangat kaya,” ujarnya.

Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, menambahkan bahwa kolaborasi dengan UGM memiliki arti strategis karena menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring riset Indonesia di tingkat global.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., memaparkan perkembangan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) sebagai indikator nasional untuk memantau kondisi keanekaragaman hayati. Instrumen ini, menurutnya, penting untuk merumuskan kebijakan konservasi dan mendukung pencapaian target SDGs Indonesia.

Workshop ini juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRIN dan UGM tentang pelestarian serta pemanfaatan biodiversitas tropis. Pada kesempatan yang sama, turut ditandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terkait pengelolaan kekayaan intelektual sumber daya hayati.

Rangkaian acara ditutup dengan Mini Expo yang menampilkan hasil-hasil riset hilirisasi biodiversitas UGM. Pameran ini menegaskan posisi UGM sebagai pusat riset biodiversitas tropis yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.