Wali Kota Malang Jamin Produksi MBG di Sesuai SOP, Relawan Kerahkan Tenaga Extra

Senin, 29 Sep 2025, 17:20 WIB

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan paket makan bergizi gratis (MBG) yang diproduksi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sepenuhnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) sehingga aman dikonsumsi masyarakat, khususnya pelajar.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung proses produksi di SPPG Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Senin (29/9). Menurutnya, seluruh tahapan mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah sudah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.

Ket. Foto: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengecek kualitas bahan baku yang diperuntukan memasak menu palet Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Buring, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (29/9). — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

“Saya sudah melihat sendiri tahap awal sampai akhir. Semuanya sesuai SOP, sehingga masyarakat tidak perlu cemas,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, menu MBG yang disiapkan tetap memperhatikan cita rasa agar para pelajar tertarik untuk mengonsumsi. Selain itu, aspek kebersihan juga dijaga ketat. Hal ini terlihat dari juru masak dan pegawai di SPPG yang menggunakan celemek serta masker selama menyiapkan paket makanan.

Meski demikian, Pemkot Malang tetap menjalankan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan pengawasan. Jika ada keluhan dari masyarakat terkait sirkulasi maupun pendistribusian MBG, evaluasi segera dilakukan agar pelayanan tidak menimbulkan keresahan.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk memantau agar tidak ada kejadian yang menimbulkan keresahan. Program MBG yang sudah berjalan baik ini harus semakin ditingkatkan,” kata Wahyu.

Kepala SPPG Buring, Dian Diestevani Apriyanta, menuturkan bahwa fasilitas yang ia pimpin mampu melayani sekitar 2.800 penerima manfaat setiap harinya. Jumlah tersebut dipenuhi melalui proses produksi ribuan menu makanan yang dikerjakan secara gotong royong oleh relawan dan mitra.

Sebanyak 47 relawan dilibatkan setiap hari untuk memastikan proses MBG berjalan lancar. Dengan pengalaman yang dimiliki, para relawan dinilai mampu menjaga kecepatan produksi, kualitas rasa, serta standar kebersihan.

“Dengan pengalaman para relawan, proses MBG bisa berjalan cepat, higienis, dan sesuai standar,” ungkap Dian.

Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas Pemkot Malang dalam mendukung pemenuhan gizi pelajar. Melalui pengawasan ketat dan partisipasi masyarakat, diharapkan program ini terus memberi manfaat optimal bagi ribuan anak di Kota Malang.

  • jatim
  • makan bergizi gratis
  • kota malang
  • wali kota malang
  • keracunan mbg

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.