Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Agar Pasar Keuangan Lebih Dalam, BI Harus Kredibel dan Independen

📅 Senin, 29 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Agar Pasar Keuangan Lebih Dalam, BI Harus Kredibel dan Independen Doc: istimewa
Ket. Esther Sri Astuti Direktur Eksekutif Indef - Jika independensi Bank Indonesia terkoyak karena segala bentuk skema burden sharing maka kepercayaan pasar terhadap BI juga akan berkurang.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta agar lebih kredibel dan independen jika ingin mendorong pasar keuangan yang lebih dalam (finansial deepening). Kredibilitas dan independensi otoritas moneter itu penting, supaya pasar tetap percaya semua kebijakan bank sentral. 

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan financial deepening ini memang harus dilakukan. “Ini pekerjaan rumah (PR) besar dari dulu sampai sekarang masih shallow financial sector,” kata Esther.

Sektor finansial Indonesia papar Esther, selain dangkal juga masih rentan terhadap external shock dari luar negeri. Ada sedikit guncangan di luar negeri, maka rentan menyebabkan terjadinya capital outflow ke luar negeri.

“Jika independensi Bank Indonesia terkoyak karena segala bentuk skema burden sharing maka kepercayaan pasar terhadap BI juga akan berkurang,”tegas Esther.

Pembentukan Harga

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (28/9) menegaskan bank sentral terus mendorong pendalaman pasar keuangan melalui peningkatan volume transaksi dan pembentukan harga yang lebih kredibel.

Di pasar uang, fokus diarahkan pada transaksi repo dan Overnight Index Swap (OIS) yang mengacu pada suku bunga acuan INDONIA.

Sedangkan di pasar valuta asing (valas), penguatan dilakukan lewat Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan FX Swap, dengan referensi kurs JISDOR serta kurs acuan non-USD/IDR. Adapun pada Jumat (26/9), BI telah meluncurkan matchmaking OIS.

Destry seperti dikutip dari Antara menjelaskan bahwa matchmaking OIS berfungsi memfasilitasi pencocokan transaksi antarbank sehingga harga terbentuk lebih efisien dan interaksi pasar lebih lancar.

Ketersediaan suku bunga acuan berbasis INDONIA juga diharapkan memperkuat mekanisme harga instrumen OIS yang bersifat forward looking.

BI mencatat perkembangan positif di pasar valas. Hingga Agustus 2025, rata-rata harian transaksi DNDF mencapai 212 juta dollar AS atau sekitar sepuluh kali lipat lebih tinggi dibanding awal penerapannya pada 2018. Menurut BI, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan.

“Tentunya BI tidak bisa sendirian, perlu sinergi dan kerja sama kita bersama," ujar Destry.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, penggunaan INDONIA sebagai acuan OIS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas, transparansi, dan efektivitas suku bunga rupiah, sejalan dengan reformasi suku bunga global.

OJK berkomitmen melakukan pemantauan, pendampingan, dan mendorong pemanfaatan instrumen berbasis INDONIA agar memberi manfaat optimal bagi stabilitas sistem keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.