Polda Banten Panen Raya Jagung 1.772 Hektare di Ciruas, Serang
Minggu, 28 Sep 2025, 15:30 WIBSERANG - Polda Banten mencatat realisasi panen jagung di wilayah hukumnya telah mencapai 1.772 hektare dari target nasional 2.500 hektare, dengan produksi lebih dari 2.442 ton hingga kuartal II tahun 2025, usai panen raya di Ciruas, Kabupaten Serang.
Panen kuartal III saat ini masih berlangsung dengan kewajiban seluruh hasil diserap Bulog minimal 2.000 ton.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki dalam keterangannya di Kota Serang, Minggu (28/9), mengatakan Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung langsung ketahanan pangan.
"Polda Banten berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani untuk mendorong produktivitas. Dari lahan yang sudah ditanam, sekitar 49,7 persen telah menghasilkan panen lebih dari dua ribu ton," katanya.
Pada panen raya kali ini, lahan seluas 9,17 hektare menghasilkan sekitar 54 ton jagung. Selain itu, Polres Serang memanen 21 ton dari tiga hektare dengan rencana perluasan menjadi 35 hektare.
Hengki menekankan pengawalan pascapanen agar hasil bisa terserap optimal. "Proses pengeringan, penyimpanan, hingga distribusi harus diawasi agar petani tidak rugi," ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Hengki mencontohkan potensi keuntungan petani. "Satu hektare dengan modal Rp9 juta sampai Rp10 juta bisa menghasilkan tujuh ton. Dengan harga Rp6.400 per kilogram, petani bisa memperoleh lebih dari Rp40 juta. Ini prospek sangat baik," ucapnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai panen raya jagung tidak hanya menyangkut produksi, tetapi juga kesejahteraan petani.
"Kalau Bulog membeli hasil panen, harga terjamin, petani mendapat kepastian dan bisa hidup lebih sejahtera. Pangan cukup, masyarakat tenang, dan negara kuat," katanya.
Ia juga mengatakan perlunya menjaga keseimbangan antara lahan pertanian dan pembangunan. "Jangan semua dialihfungsikan jadi industri atau perumahan. Lahan produktif harus dijaga," ujarnya.
Ketua Gapoktan Ranjeng Berkah, Sapta Mulyana, menilai dukungan kepolisian sangat membantu petani. "Mulai dari pengolahan lahan sampai panen, kami dibimbing penuh oleh Kapolres Serang. Kalau petani sejahtera, negara juga kuat," katanya.
Selain panen, Polda Banten menyalurkan bantuan bibit, pupuk, obat pertanian, dan 50 paket sembako. Gerakan pangan murah juga digelar dengan distribusi 10 ton beras ke polres-polres di Banten, termasuk tiga ton di Serang.
Seluruh hasil panen dengan kadar air di bawah 14 persen diarahkan ke Bulog untuk menjaga harga Rp6.400 per kilogram.
- Polda Banten
- panen raya jagung
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Grok Batasi Fitur Gambar Usai Kontroversi Konten Seksual, Hanya Bisa Diakses Pengguna Berbayar
-
Berusia 100 Tahun, Mahathir Mohamad Dikabarkan Dilarikan ke RS
-
Skandal TPPO di Banten: Rekrut Perempuan, Layani 10 Pria Sehari, Tarif hingga Rp500 Ribu
-
Popularitas PM Takaichi Melorot Jelang Pemilu
-
Ramadhan Tanpa Drama, Kelola Operasional Usaha Dengan Moka
-
Menteri PPPA Dorong Perempuan Desa untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
-
LA Lakers Tumbangkan Brooklyn Nets 116-99
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.