Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Efek Domino! Jagung Naik, Harga Telur Ayam Ikut Melambung, BPS Ingatkan Dampaknya ke Inflasi

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Efek Domino! Jagung Naik, Harga Telur Ayam Ikut Melambung, BPS Ingatkan Dampaknya ke Inflasi Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi – Peternak mengambil telur di kandang.

JAKARTA – Kenaikan harga telur ayam belakangan ini erat kaitannya dengan melonjaknya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak. Biaya produksi peternak otomatis meningkat, sehingga harga jual telur pun ikut terdorong naik.

Kondisi ini menggambarkan betapa rapuhnya rantai pasok pangan, di mana fluktuasi harga komoditas hulu seperti jagung langsung berdampak pada harga kebutuhan pokok masyarakat. Jika tak diantisipasi, lonjakan harga ini bisa menekan daya beli dan memicu inflasi pangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan harga telur ayam ras pada minggu ketiga September 2025, salah satunya disebabkan oleh harga jagung pipilan kering dan pakan ternak relatif mengalami peningkatan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan rata-rata harga telur ayam ras secara nasional tercatat Rp30.721 per kilogram, atau naik 0,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat Rp30.656 per kilogram.

"Telur ayam ras ini naik karena memang salah satu penyebabnya adalah harga jagung pipilan kering dan pakan ternak yang relatif naik," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (23/9).

Amalia menjelaskan bahwa pada Agustus, September, dan Oktober 2025 terjadi penurunan produksi jagung pipilan kering (JPK) kadar air 14 persen. Angka perkiraan produksi JPK pada Agustus sebesar minus 21,09 persen; September minus 24,73 persen; dan Oktober diperkirakan minus 15,67 persen.

Berdasarkan data ini, maka terjadi potensi penurunan produksi JPK kadar air 14 persen sebesar 20,87 persen atau sekitar 0,96 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus hingga Oktober 2024, produksi JPK tercatat 4,58 juta ton.

Lebih lanjut, jumlah produksi JPK yang menurun ini disebut menjadi salah satu penyebab kenaikan harga jagung di pasar, termasuk untuk pakan.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Jadi salah satu memang faktor penyebab dari kenaikan harga jagung di pasar termasuk pakan adalah penurunan produksi jagung terutama di Agustus, September, Oktober. Tentunya yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah harga telur ayam ras yang juga meningkat sampai Rp30.721 per kilogram," terang Amalia.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 20 September 2025, terjadi kenaikan telur ayam ras di 32,78 persen wilayah di Indonesia.

Pada minggu ketiga ini, harga tertinggi mencapai Rp100 ribu per kilogram di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Rp95 ribu per kilogram di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, dan Rp80 ribu per kilogram di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

40 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.