Swiatek Bangkit dari Awal Buruk untuk Rebut Gelar Korea Open

Senin, 22 Sep 2025, 08:33 WIB

SEOUL, KOREA SELATAN - Iga Swiatek menunjukkan mental juara ketika bangkit dari start yang buruk untuk menjuarai Korea Open, Minggu (21/9). Petenis asal Polandia itu mengalahkan unggulan kedua asal Russia, Ekaterina Alexandrova, dengan skor 1-6, 7-6(7/3), 7-5 pada partai final yang berlangsung dramatis.

Swiatek, yang kini menempati peringkat dua dunia, tampil jauh dari performa dominan yang ia perlihatkan sepanjang turnamen di Seoul. Pada set pertama, kesalahan demi kesalahan membuatnya kalah telak 1-6 dari Alexandrova yang menghuni peringkat 11 dunia.

Ket. Foto: Iga Swiatek, juara Korea Open — Sumber: AFP

Alexandrova bahkan tinggal dua poin lagi dari kemenangan ketika memimpin di set kedua. Namun, Swiatek berhasil memaksakan tie-break dan membalikkan keadaan. Kepercayaan dirinya kembali, dan di set ketiga ia menemukan ritme permainan untuk akhirnya menutup laga dengan pukulan forehand keras yang memastikan gelar juara.

“Sebenarnya saya tidak tahu bagaimana bisa menang karena dia bermain luar biasa,” ucap Swiatek seusai pertandingan. “Saya hanya mencoba untuk tetap bertahan hidup.”

Kemenangan ini menjadi gelar ketiga Swiatek sepanjang musim 2025 sekaligus yang pertama di ibu kota Korea Selatan. Lebih istimewa lagi, gelar ini punya makna personal. Ayahnya, Tomasz Swiatek, pernah tampil di Olimpiade Seoul 1988 sebagai atlet dayung.

“Saya senang bisa menang di sini karena ada sejarah keluarga,” kata Swiatek, 24 tahun. “Ayah saya tidak bisa meraih medali Olimpiade, tapi setidaknya saya menjuarai turnamen ini. Semoga tahun depan dia bisa datang langsung untuk menikmati suasananya.”

Unggulan utama itu sebelumnya melaju mulus ke final dengan menyelesaikan dua pertandingan semifinal padahari Sabtu hanya dalam waktu total dua setengah jam. Namun, di partai puncak, sentuhannya sempat hilang di set pembuka sebelum akhirnya menemukan cara untuk bangkit.

Alexandrova, juara Korea Open 2022, mengincar gelar keduanya musim ini. Meski gagal, ia tetap memberikan perlawanan keras dan menegaskan respek terhadap rivalnya.

“Melawan dia selalu sangat sulit, jadi saya mencoba melakukan yang terbaik hari ini,” ujar Alexandrova. “Sayangnya tidak cukup, mungkin lain kali saya bisa lebih baik.”

Swiatek dan Alexandrova sudah bertemu empat kali musim ini, termasuk di babak 16 besar AS Terbuka, yang juga dimenangkan Swiatek. Kini, Swiatek menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling tangguh di tur dengan tambahan gelar prestisius di Seoul.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.