Anggota Dewan: Guru Honorer Berperan Penting, Pemerintahan Tolong Naikkan Gaji Mereka
Senin, 22 Sep 2025, 19:55 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah agar tidak hanya menaikkan gaji guru dan dosen ASN, tetapi juga gaji para guru honorer.
"Guru honorer memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan pendidikan, tetapi kesejahteraan mereka kurang diperhatikan. Maka, sudah seharusnya pemerintahan menaikkan gaji mereka," kata Lalu kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/9).
Lalu pun menegaskan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan nasib guru honorer. Dia berharap gaji guru honorer bisa dinaikkan pada tahun 2026 sehingga tidak ada lagi guru honorer yang menerima gaji sebesar 300 ribu rupiah.
Hal tersebut disampaikan Lalu untuk menanggapi perihal kenaikan gaji guru dan dosen ASN. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menaikkan gaji ASN, TNI/Polri, hingga pejabat negara.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Aturan itu telah ditandatangani dan diberlakukan sejak 30 Juni 2025. Kenaikan itu difokuskan untuk guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh.
Lalu pun memberikan apresiasi tinggi terhadap rencana Presiden itu. Namun, dia juga meminta presiden untuk menaikkan gaji guru honorer.âSaya menyambut baik kebijakan ini. Guru dan dosen adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sudah sepatutnya kesejahteraan mereka ditingkatkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka,â ucapnya.
Dia mengingatkan bahwa isu peningkatan kesejahteraan guru sudah berulang kali ia suarakan dalam rapat-rapat Komisi X bersama pemerintah. Selama ini, kata Lalu, banyak guru dan dosen yang bekerja keras dengan keterbatasan penghasilan sehingga sulit untuk sepenuhnya fokus meningkatkan kualitas pembelajaran.
âKenaikan gaji ini bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut martabat profesi pendidik. Dengan kesejahteraan yang lebih layak, guru dan dosen bisa bekerja dengan lebih tenang dan produktif,â jelas politisi asal Dapil NTB II itu.
Lalu juga menekankan bahwa kenaikan gaji harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab. Menurutnya, kesejahteraan adalah hak, tetapi kualitas pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan kesejahteraan yang lebih baik, dia berharap kinerja para guru dan dosen juga semakin meningkat.
"Peningkatan gaji ini harus mendorong mereka untuk berinovasi, memperbarui metode pembelajaran, serta lebih aktif membimbing para siswa dan mahasiswa. Dengan begitu, kualitas pendidikan nasional akan ikut terdongkrak,â ujar dia. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Stabilkan Harga Ayam dan Telur, Kementan Lakukan Afkir Dini dan Hatching Egg
-
Kemensos Coret 55 Ribu Penerima Bansos Tak Layak, 44 Ribu Lagi Segera Menyusul
-
FIFA Pertimbangkan Sanksi Tegas bagi Aksi Menutup Mulut di Lapangan
-
Demo Depan DPR Bikin Jalan Gatot Subroto Macet, Polisi Pasang Barikade
-
Kemendikdasmen Luruskan Misinformasi Terkait Guru Non-ASN Diberhentikan 2027
-
Kemenperin Pilih Produk Lokal Pick-Up Agrinas: Ada Potensi Ekonomi Rp27 T
-
Cuaca Hari Ini, BMKG Peringatkan Suhu Panas hingga 35C di Palembang, Yogya, hingga Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.