PBB Pangkas Proyeksi Ekonomi Global 2026 Jadi 2,5 Persen

Kamis, 21 Mei 2026, 01:00 WIB

PBB, New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan ekonomi global tengah berada di bawah tekanan akibat krisis di Timur Tengah yang memicu perlambatan pertumbuhan, kebangkitan inflasi, serta meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan dunia.

Dalam laporan World Economic Situation and Prospects 2026 Mid-year Update yang dirilis Selasa (19/5), PBB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 2,5 persen atau turun 0,2 poin persentase dibanding proyeksi Januari. Sementara itu, pemulihan moderat diperkirakan terjadi pada 2027 dengan pertumbuhan sebesar 2,8 persen.

Ket. Foto: Gedung markas besar PBB di Kota New York, baru-baru ini. — Sumber: AFP/Daniel SLIM

Dikutip dari Antara, PBB menilai dampak terbesar krisis Timur Tengah terjadi di sektor energi akibat terganggunya pasokan, lonjakan harga minyak dan gas, serta meningkatnya biaya pengangkutan dan asuransi. Kondisi itu kemudian menjalar ke rantai pasok global dan meningkatkan biaya produksi di banyak negara.

Meski perusahaan energi memperoleh keuntungan dari lonjakan harga, tekanan justru semakin berat dirasakan rumah tangga dan pelaku usaha di berbagai negara. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pangan, karena terganggunya pasokan pupuk mendorong kenaikan biaya produksi pertanian dan berpotensi memicu kenaikan harga pangan dunia.

Laporan tersebut juga menyebut konflik Timur Tengah menghentikan tren penurunan inflasi global yang berlangsung sejak 2023. Inflasi di negara maju diperkirakan naik dari 2,6 persen pada 2025 menjadi 2,9 persen pada 2026. Sementara di negara berkembang, inflasi diproyeksikan meningkat dari 4,2 persen menjadi 5,2 persen.

Tekanan Ekonomi

Di sisi lain, pasar tenaga kerja yang masih kuat, konsumsi masyarakat yang tetap tangguh, serta investasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai masih menopang aktivitas ekonomi global. Namun, faktor-faktor tersebut diperkirakan belum mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan ekonomi yang semakin meluas.

PBB menilai negara berkembang pengimpor bahan bakar dan pangan menjadi pihak yang paling rentan menghadapi dampak krisis. Kawasan Asia Barat diperkirakan mengalami tekanan paling besar, dengan pertumbuhan ekonomi turun tajam dari 3,6 persen pada 2025 menjadi hanya 1,4 persen pada 2026.

Penurunan itu dipicu bukan hanya oleh gejolak harga energi, tetapi juga kerusakan infrastruktur, gangguan produksi minyak, perdagangan, hingga sektor pariwisata akibat konflik yang berkepanjangan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.