Kemenperin Pilih Produk Lokal Pick-Up Agrinas: Ada Potensi Ekonomi Rp27 T
Senin, 23 Feb 2026, 19:10 WIBJAKARTA - Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan kebutuhan kendaraan pick-up nasional melalui produksi dalam negeri. Langkah ini dinilai bukan sekadar soal kemandirian industri, melainkan juga menyangkut efek berantai terhadap perekonomian nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan bahwa potensi dampak ekonomi dari pengadaan pick-up lokal sangat signifikan. Ia menegaskan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja akan lebih optimal jika produksi dilakukan di dalam negeri.
"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri," ujar Agus dalam keterangannya dikutip Senin (23/2/2026).
Menurut perhitungannya, apabila pengadaan kendaraan pick-up 4x2 sebanyak 70.000 unit yang semula direncanakan dari Tata Motors dapat dipenuhi dari produksi domestik, maka dampak backward linkage diperkirakan mencapai sekitar Rp27 triliun. Nilai tersebut berasal dari aktivitas industri perakitan hingga jaringan pemasok komponen dalam rantai pasok otomotif nasional.
Angka tersebut bahkan belum memasukkan potensi impor tambahan sebanyak 35.000 unit dari Mahindra & Mahindra, sehingga total kebutuhan mencapai 105.000 unit. Jika seluruhnya dapat diproduksi di dalam negeri, efek pengganda ekonomi diyakini akan jauh lebih besar.
Agus menjelaskan subsektor yang akan terdampak meliputi industri ban, kaca, baterai atau accu, logam, kulit, plastik, kabel, hingga elektronik. Aktivitas produksi kendaraan di dalam negeri akan menggerakkan berbagai sektor tersebut secara simultan.
Dengan struktur industri yang saling terhubung, kebijakan memprioritaskan produksi lokal dinilai mampu memperkuat fondasi manufaktur nasional. Selain itu, langkah ini juga berkontribusi terhadap stabilitas lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global.
"Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," kata Agus.
Strategi tersebut menjadi bagian dari agenda jangka panjang pemerintah untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Pemerintah juga terus mendorong investasi di sektor komponen guna memperdalam struktur industri otomotif nasional.
"Kemenperin berkomitmen untuk terus memperkuat industri otomotif nasional agar semakin inovatif, berdaya saing, serta mampu menjadi pilar utama dalam penguatan struktur industri dan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Agus.
- Industri Manufaktur
- Industri Otomotif
- Kemenperin
- Kementerian Perindustrian
- Mobil pick up
- Menperin Agus Gumiwang
- Agrinas
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja
-
Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
-
Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Pekerja, Kemenperin Soroti Lemahnya K3
-
Bendera Merah Putih Terbentang Sepanjang 180 Meter di Bendung Gerak Babat
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
-
Dari Batik hingga Kriya! Produk Jogja Kini Dikemas Lebih Modern Biar Tembus Pasar Global
-
RI Eksportir Minyak Atsiri No.5 Dunia, Nilam Jadi Andalan Tembus Industri Kosmetik & Farmasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.