• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gigi Kuat Berawal dari Gus...

Gigi Kuat Berawal dari Gusi yang Sehat

Minggu, 21 Sep 2025, 17:38 WIB

JAKARTA - Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau lebih dari 30 juta penduduk. Partisipasi masyarakat yang tinggi ini memperlihatkan bahwa masalah gigi adalah masalah kesehatan terbanyak, dan ini ditemukan pada semua kelompok umur.

“Hal ini menunjukkan bahwa masalah gigi merupakan hal yang perlu kita tanggulangi bersama,” ujar  Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Kementerian, ujarnya dalam acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Jakarta pada hari Minggu (21/9).

Ket. Foto: Pemeriksaan gusi dan gigi pada program Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2025 yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta pada hari Minggu (21/9). Mengangkat tema ‘Gigi dan Gusi Sehat, Senyum Indonesia Hebat,’ tahun ini perhatian khusus pada kesehatan gusi. — Sumber: Unilever

Sementara itu Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Usman Sumantri, MSc, menuturkan, tahun ini tema HKGN yang dirayakan setiap tanggal 12 September mengangkat tema ‘Gigi dan Gusi Sehat, Senyum Indonesia Hebat.’

Sejalan dengan hal ini Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 memberikan perhatian khusus pada kesehatan gusi karena penyakit gusi adalah permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang namun masih sering terabaikan dan kerap disebut ‘silent killer’ karena gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit-terutama di tahap awal.

“Padahal jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Menurut Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D menjelaskan penyakit gusi memiliki dua tahapan, pertama adalah gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah.

Pada tahap pertama, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat. Selanjutnya adalah periodontitis, di tahap ini kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi, seringkali bersifat irreversible, dimana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal.

“Yang sangat perlu kita waspadai adalah, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan,” ucapnya.

Personal Care Community Lead Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., menuturkan, guna melindungi masyarakat dari berbagai bahaya tersembunyi di balik masalah gusi, BKGN 2025 mengangkat tema ‘Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet.’

BKGN 2025 akan memberikan perawatan dan konsultasi gigi dan gusi gratis bagi 28.000 masyarakat, diselenggarakan di 30 Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di seluruh Indonesia.

Layanan ini meliputi pembersihan karang gigi, penambalan gigi dan aplikasi fluoride atau fissure sealant, serta pencabutan gigi. Selain itu sebagai upaya promotif preventif, sebanyak 55 PDGI Cabang akan melakukan edukasi kesehatan gigi dan gusi bagi siswa sekolah di berbagai wilayah Indonesia, hingga menjangkau area-area terpencil seperti Simeulue - Aceh, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah, Jeneponto - Sulawesi Selatan, dan Sorong - Papua.”

“Seluruh pelayanan di BKGN 2025 akan diberikan oleh dokter gigi berkompeten, sehingga masyarakat tidak perlu cemas. Yang tak kalah penting adalah bebas ribet karena pelayanan di BKGN 2025 dapat diakses dengan mudah, masyarakat bisa langsung mendaftar secara online di seluruh FKG dan RSGMP yang berpartisipasi atau melalui website www.tanyapepsodent.com,” lanjut drg. Mirah.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK, menerangkan, selama 15 tahun BKGN berlangsung, pembersihan karang gigi atau scaling sebagai salah satu upaya menangani masalah gusi selalu menjadi perawatan yang paling banyak dilakukan di RSGMP yang berpartisipasi.

“Artinya permasalahan ini memang sangat sering terjadi di tengah masyarakat, seringkali tanpa mereka sadari. Untuk itu selain memberikan pelayanan, di BKGN 2025 seluruh RSGMP juga siap mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan gusi dengan menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi, melakukan pembersihan karang gigi secara teratur, serta kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali,” ujarnya.

Produk Kesehatan Gusi

Dr. Mirah menambahkan, guna membantu masyarakat menjaga kesehatan gigi dan gusi dengan lebih optimal dan berkesinambungan, Pepsodent menghadirkan Pepsodent Gum Expert varian Fresh dan Whitening yang diformulasikan khusus untuk merawat kesehatan gusi agar tetap merekat erat pada gigi.

Dengan kandungan utama Active Zinc (Zinc Citrate) dan Vitamin E, produk ini terbukti secara klinis dapat mengurangi pertumbuhan plak, bersifat anti-inflamasi dan antioksidan untuk menutrisi gusi, mencegah gusi berdarah, mengurangi rasa ngilu atau sakit gusi, membantu mengatasi gusi bengkak, sakit, hingga gigi goyang, serta melindungi gigi dari plak dan bakteri hingga 24 jam.

Band Gigi

Peresmian BKGN 2025 semakin meriah berkat kolaborasi bersama band legendaris Gigi. Selain membawakan lagu-lagu hits-nya, mereka juga mengedukasi masyarakat melalui persembahan jingle ikonik Pepsodent “Aku Gigi, Mulut Rumahku” yang secara khusus di-remake menjadi lagu yang membawa pesan “Rahasia Gigi Kuat adalah Gusi yang Sehat”.

Armand Maulana, vokalis Gigi ikut berkomentar, meskipun tercetus secara tidak sengaja karena salah satu mantan personil band ini dulu terkena masalah gigi, pemilihan nama Gigi punya filosofi khusus. Selain unik, singkat dan gampang diingat, bagi Gigi mengandung makna sebagai simbol kekuatan.

“Selama lebih dari 30 tahun eksis di industri musik Indonesia, kami selalu ingin memberi dampak yang kuat buat orang banyak. Termasuk di program berkesinambungan BKGN 2025, sesuatu yang spesial karena kami dipercaya untuk ikut mengedukasi masyarakat menjaga kesehatan gigi dan gusinya lewat kekuatan yang kami punya, yaitu musik,” ungkapnya.

Ia menyarankan Masyarakat untuk menyimak video musik kolaborasi Gigi dan BKGN 2025 di akun Instagram @tanyapepodent atau YouTube @tanya.pepsodent. pentonton diharapkan dapat menyebarkan pesan positif terkait gusi yang sehat ke orang-orang terdekat.

Menurut dr. Mirah, sejak pertama kali dilaksanakan di 2010, BKGN telah memberi edukasi dan perawatan gigi gratis ke lebih dari 2.7 juta masyarakat. Ia berharap seluruh rangkaian edukasi dan pelayanan yang dipersembahkan tahun ini dapat membantu masyarakat memancarkan Senyum Indonesia Hebat dengan gigi dan gusi yang sehat.

“Segera daftarkan diri secara online untuk berpartisipasi, dan sampai jumpa di BKGN 2025 yang akan terselenggara di seluruh Indonesia mulai September hingga Desember mendatang,” ucapnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.