Pemerintah Genjot Wisata Kebugaran, WIW 2025 Jadi Jembatan Indonesia Tarik Wisatawan!
📅 Jumat, 19 Sep 2025, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Kementerian Pariwisata berupaya mempromosikan layanan wisata kebugaran khas Indonesia melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Wellness (WIW) 2025.
Menurut keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi pada Jumat (19/9), WIW 2025 akan dilaksanakan dari 1 sampai 30 November 2025 di Surakarta dan Yogyakarta.
"Inilah peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri dengan cara yang lebih visioner, sebagai negeri yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga menyehatkan, menenangkan, dan menginspirasi," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada acara peluncuran WIW 2025 di Jakarta, Rabu (17/8).
WIW 2025 diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata bersama Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta (Jawa Tengah) dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempromosikan tradisi dan budaya kebugaran.
Acara yang merupakan gabungan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 dan Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF) tersebut akan difokuskan untuk memperkenalkan layanan-layanan wisata kebugaran di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua BPPD Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Ketua JCWF 2025 Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menyampaikan bahwa tradisi kebugaran di Yogyakarta berakar pada falsafah hidup yang menekankan keseimbangan.
"Keseimbangan antara manusia dan alam serta harmoni dalam interaksi sosial dan spiritual yang semuanya terangkum dalam tema Salarasing Urip, Wiraga, Wirasa, Wirama, yang bermakna Kesatuan Hidup, Raga, Rasa, dan Irama," ia menjelaskan.
Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum selaku Pemimpin Projek RSWF mengatakan bahwa wisata kebugaran merupakan salah satu cara untuk mengistirahatkan diri, menyembuhkan, dan menghargai diri sendiri dari segala macam kesibukan dan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini selaras dengan konsepsi Titi, Ngadi, Ngusadi dari Keraton Surakarta yang bermakna bahwa guna menyelesaikan berbagai problem kehidupan perlu ada upaya untuk menyembuhkan dan menghargai diri sendiri," katanya.
Menteri Pariwisata mengemukakan bahwa dalam situasi dunia yang semakin sibuk, banyak orang yang ingin mendapatkan manfaat berupa ketenangan dan pemulihan dari terapi herbal, makanan sehat, pengalaman spiritual, dan layanan kebugaran.
"Saat ini wisatawan rela membayar lebih untuk pengalaman yang autentik, menyembuhkan, dan transformatif. Dan Indonesia berada pada posisi yang sangat unik untuk memenuhi kebutuhan ini," katanya.
Menteri Pariwisata berharap WIW bisa memperkuat posisi layanan wisata kebugaran Indonesia di pasar internasional.
"Dengan semangat kolaborasi, mari kita bawa Indonesia sebagai panggung wellness berkelas dunia, kebanggaan bangsa sekaligus daya tarik dunia," katanya.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu menyampaikan bahwa visi besar di balik penyelenggaraan WIW adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan kebugaran dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!