Perkuat Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf Gandeng Kedubes AS Gelar Workshop Perlindungan KI

Kamis, 18 Sep 2025, 17:45 WIB

Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) mengadakan workshop untuk menekankan pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual secara global yang bertajuk 'Protecting IP Internationally: What Indonesian Creatives Should Know'.

"Merupakan kehormatan bagi kami menyambut para pelaku kreatif dan mitra internasional. Workshop ini menandai langkah strategis kerja sama Indonesia–Amerika Serikat dalam mendukung pengembangan ekosistem KI bagi industri kreatif domestik," ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (18/9).

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Workshop “Protecting IP Internationally: What Indonesian Creatives Should Know” di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Selasa (16/9). — Sumber: Antara

Kemenkeraf dan Kedubes AS mendampingi 30 peserta terpilih dari berbagai bidang, antara lain kreator digital seperti pengembang gim dan animator, penulis dan ilustrator, seniman komik, pemilik merek dan startup, desainer produk, regulator kekayaan intelektual (KI) dari pemerintah, serta konsultan hukum bisnis kreatif.

Menteri Ekraf Teuku Riefky turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual di sektor ekonomi kreatif nasional.

"Kami berharap diskusi ini menjadi ruang bertukar pengalaman dan wawasan terkait peran penting kekayaan intelektual dalam memperkuat industri kreatif. Manfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkin untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam dan hasil yang berdampak," ucap Riefky.

Workshop ini merupakan kegiatan perdana hasil kolaborasi Kementerian Ekraf dan Kedubes AS di Jakarta. Selanjutnya, akan digelar rangkaian kegiatan lanjutan berupa workshop di Kedubes AS serta talk show dan diskusi publik di Pacific Place, Jakarta.

Rangkaian ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperluas kolaborasi internasional dan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi kreatif global.

Minister Counselor for Public Diplomacy Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jason P. Rebholz, mengapresiasi kemitraan strategis yang terjalin.

“Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menghadirkan dialog penting ini. Ide-ide kreatif hanya dapat berkembang dan melintasi batas negara ketika dilindungi oleh sistem kekayaan intelektual yang transparan dan dapat diandalkan,” ujarnya.

Jason menyoroti tantangan yang dihadapi para pelaku kreatif, seperti pembajakan dan pelanggaran hak cipta, yang kerap merugikan kreator dan studio kecil.

Menurutnya, perlindungan kekayaan intelektual yang kuat memberikan insentif dan sumber daya bagi pelaku industri untuk mengembangkan produk baru, memperluas fasilitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja.

“Jawabannya adalah pencegahan melalui penegakan hukum yang konsisten, baik daring maupun luring, serta kerja sama praktis antara pemerintah, platform, dan pemegang hak,” kata Jason.

Kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat dalam pelatihan, berbagi praktik terbaik, serta peluang kolaborasi dan lisensi akan membawa cerita-cerita Indonesia ke panggung global dan menghadirkan keahlian AS ke dalam tim-tim kreatif Indonesia, lanjutnya.

Dalam acara ini, Kedutaan Besar AS juga menghadirkan Director of Policy and Legal Affairs the International Intellectual Property Alliance (IIPA) Pete C. Mehravari, yang memfasilitasi diskusi antara sektor swasta dan pemerintah.

Kehadirannya diharapkan dapat memicu percakapan baru untuk memperkuat sistem perlindungan kekayaan intelektual dan menciptakan kemakmuran bagi kedua negara.

Melalui kerja sama ini, Kementerian Ekraf menegaskan komitmen untuk memperluas jejaring global dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi karya kreatif anak bangsa.

Kolaborasi lintas negara ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan ekonomi kreatif Indonesia yang kompetitif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat internasional.

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.