Huawei Segera Rilis Teknologi Komputasi Baru, Upaya Tiongkok Perkuat AI
Kamis, 18 Sep 2025, 14:45 WIBBEIJING - Raksasa teknologi Tiongkok Huawei berencana meluncurkan pengaturan komputasi canggih yang memungkinkan chip terhubung dengan kecepatan tinggi, kata seorang eksekutif pada Kamis (18/9).
Rencana tersebut muncul saat Beijing berupaya meningkatkan kecakapan AI dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada perusahaan-perusahaan Barat.
Ketegangan geopolitik antara Tiongkok dan Amerika Serikat telah meningkatkan persaingan teknologi antarnegara, yang masing-masing berupaya mencapai supremasi di bidang vital kecerdasan buatan dan chip komputer canggih.
Huawei yang berkantor pusat di Shenzhen dan Nvidia yang berkantor pusat di California termasuk di antara raksasa teknologi yang berulang kali terjebak dalam persaingan, masing-masing menghadapi berbagai pembatasan pada operasi luar negeri mereka.
Wakil Ketua Huawei, Eric Xu, mengatakan pada Kamis, perusahaan bermaksud meluncurkan Atlas 950 dan Atlas 960 "SuperPoD", bagian dari upaya untuk memenuhi "permintaan komputasi jangka panjang", menurut siaran pers.
Produk tersebut akan digunakan untuk mengintegrasikan ribuan chip Huawei, secara signifikan meningkatkan daya komputasi yang mendukung berbagai aplikasi AI.
Kedua produk baru tersebut diharapkan diluncurkan masing-masing pada kuartal keempat tahun ini dan 2027, menurut laporan outlet berita bisnis milik pemerintah Tiongkok, Jiemian, yang mengutip Xu, pada Kamis.
"Kedua SuperPoD ini akan menghadirkan kinerja terdepan di industri dalam berbagai metrik utama, termasuk jumlah NPU (unit pemrosesan saraf), total daya komputasi, kapasitas memori, dan bandwidth interkoneksi," ujar Xu, seperti dikutip dalam siaran pers.
Pengumuman itu muncul satu hari setelah laporan Financial Times mengatakan bahwa regulator internet Tiongkok telah menginstruksikan raksasa teknologi domestik termasuk Alibaba dan ByteDance untuk menghentikan pesanan produk Nvidia tertentu.
Menurut FT, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Administrasi Dunia Maya Tiongkok memerintahkan perusahaan untuk mengakhiri semua pengujian dan rencana pembelian chip RTX Pro 6000D Nvidia, prosesor canggih yang dibuat khusus untuk negara tersebut.
Kepala eksekutif Nvidia Jensen Huang mengatakan pada Rabu, dia "kecewa" dengan laporan tersebut.
Para pengamat yakin bahwa langkah Beijing untuk menyapih perusahaan teknologi Tiongkok dari penawaran Nvidia merupakan bagian dari upayanya untuk mempercepat produksi dalam negeri dari perusahaan seperti Huawei.
Laporan FT juga mengatakan regulator Beijing baru-baru ini memanggil Huawei dan Cambricon, pembuat chip domestik lainnya, untuk berdiskusi tentang bagaimana produk mereka bersaing dengan chip Nvidia untuk pasar Tiongkok.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Jakarta Resmi Pertahankan Insentif Fiskal Kendaraan Listrik Sepanjang 2026
-
Upacara Terakhir SD Kanisius Babadan Sebelum Libur
-
Peningkatan penumpang Whoosh saat libur Natal dan Tahun Baru
-
BEI Bidik Startup dan Industri Kreatif Ramaikan Bursa Saham
-
PLN Jamin Pasokan Listrik di 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Bencana Sumatra
-
Dari Pagi hingga Senja: SAR Jambi Sisir Batanghari, Cari Lansia yang Hilang
-
Dari A24 Jadi 'AI24'? Kolaborasi dengan Google DeepMind Picu Gelombang Kritik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.