Wagub: Ojol Silakan Unjuk Rasa. Tolong Jaga Jakarta Juga

Rabu, 17 Sep 2025, 12:59 WIB

JAKARTA – Hari ini ratusan pengemudi ojek online (ojol) akan aksi unjuk rasa. Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno mengingatkan para pengemudi ojek daring yang menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa agar dapat menjaga fasilitas umum Ibu Kota. "Hari ini teman-teman ojol akan mengadukan nasib. Silakan. Sampaikan apa yang memang harus diperbaiki. Namun, mari kita juga jaga Jakarta rumah kita," kata Rano.

Dia mengatakan ini saat pembukaan Jakarta International Investment, Trade, Tourism, Small and Medium Enterprise Expo (JITEX) 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC), Rabu.
Rano menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya terus menjaga kota dan ini membutuhkan peran serta warga.

"Pak Gubernur bersama saya mencoba menjaga apa yang harus kita jaga. Karena apa yang telah kita bangun dengan susah payah, dengan pajak kita semua. Karena itu menandakan bahwa Jakarta terus terjaga oleh masyarakatnya," kata dia. Adapun hari ini, pengemudi ojek daring akan mengadakan kegiatan unjuk rasa di sejumlah titik yakni gedung Kementerian Perhubungan, DPR/MPR, dan Istana Merdeka.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengatakan aksi dimulai dari markas Garda di kawasan Cempaka Mas, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB, kemudian berlanjut ke Istana dan berakhir di gedung DPR/MPR. "Kami mulai dari markas Garda di Cempaka Mas Jakarta Pusat jam 10, lanjut ke Istana Presiden dan Kemenhub, terakhir di DPR jam 12-13," kata dia.

Menurut informasi yang diterima, para pengemudi ojol membawa sekitar tujuh tuntutan salah satunya agar RUU Transportasi Online masuk pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2026. Kemudian, potongan aplikator 10 persen, regulasi tarif antarbarang dan makanan, audit investigasi potongan lima persen yang telah diambil oleh aplikator serta meminta Kapolri usut tuntas tragedi 28 Agustus 2025.

Ket. Foto: unjuk rasa ojol — Sumber: ist

Sementara itu,  Komunitas Ojek Online Unit Reaksi Cepat (URC) di Jakarta Selatan tidak mengikuti unjuk rasa di gedung Kementerian Perhubungan dan DPR/MPR, Rabu. "Tidak itu bukan kami, itu Garda," kata Ketua Komunitas Ojek Online Unit Reaksi Cepat (URC), Hasanah saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Hasanah mengatakan Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia tidak sepenuhnya merupakan pengemudi ojol. Tidak seperti URC yang benar-benar memiliki identitas. Sedangkan anggota URC Jaksel, Dimas menambahkan perbedaan lainnya dengan Garda, sejumlah tuntutan yang akan disampaikan. Salah satunya terkait potongan tarif dalam aplikasi.

"Kalau Garda kan memperjuangkan potongan 10 persen hingga memperjuangkan status driver menjadi karyawan. Tapi opini 10 persen ini kami anggap kurang pas dan kami menganggap 20 persen lebih pas," ucap Dimas dihubungi terpisah.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.