Lagi! Balita di Bengkulu Keluarkan Cacing dari Mulut dan Hidung, Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan
Rabu, 17 Sep 2025, 09:45 WIBJAKARTA -Â Kasus kesehatan yang bikin bulu kuduk merinding kembali terjadi di Bengkulu. Seorang balita berusia 1 tahun 8 bulan bernama Khaira Nur Sabrina dari Kabupaten Seluma, mendadak jadi sorotan setelah mengeluarkan cacing gelang dari mulut dan hidungnya.Â
Kejadian ini membuat masyarakat geger sekaligus prihatin dengan kondisi kesehatan anak-anak di daerah tersebut.
Khaira kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD M Yunus Bengkulu setelah sebelumnya dirawat di RS Tais. Kondisi bocah malang ini memang memprihatinkan. Selain berat badannya jauh di bawah normal, ia juga mengalami gangguan paru-paru serius.
Kepala Dinas Kesehatan Seluma, Rudi Syawaludin, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan Khaira menderita anemia, leukosit tinggi, kadar gula darah mencapai 270, dan yang lebih mengejutkan, rontgen menemukan adanya larva cacing di paru-paru.Â
âPasien segera kita rujuk agar mendapat penanganan medis lebih lengkap,â ujarnya.
Ironisnya, kasus ini tidak hanya menimpa Khaira. Kakaknya, Aprillia yang berumur 4 tahun, juga didiagnosis mengidap penyakit cacingan dan kini harus dirawat intensif di rumah sakit yang sama.Â
Temuan ini membuat petugas kesehatan segera turun ke lokasi rumah keluarga tersebut di Desa Sungai Petai. Hasilnya, kondisi tempat tinggal mereka benar-benar memprihatinkan, lantai masih berupa tanah, dinding kayu rusak, bahkan terdapat banyak kotoran ayam di sekitar rumah, lingkungan ideal bagi penyebaran penyakit.
Lantas, bagaimana bisa cacing berkembang biak sampai menyerang paru-paru seorang anak? Menurut Prof. Ari Fahrial Syam, dokter penyakit dalam sekaligus Dekan FKUI, cacing gelang atau Ascaris dapat bertelur dan memperbanyak diri di dalam usus jika tidak segera diobati. Dari sana, larvanya bisa bermigrasi ke organ lain seperti paru-paru, bahkan saluran empedu.
Gejala awal biasanya berupa ketidaknyamanan di perut, kembung, hingga anak menjadi rewel tanpa sebab jelas. Jika tidak segera ditangani, cacing bisa keluar melalui feses, muntahan, bahkan dari mulut dan hidung seperti yang dialami Khaira.
Prof. Ari menegaskan, pemberian obat cacing secara rutin menjadi cara paling sederhana untuk mencegah penyebaran sekaligus mematikan cacing di dalam tubuh.Â
Kasus ini pun menjadi pengingat keras bahwa cacingan bukan penyakit sepele, melainkan bisa merusak organ vital bahkan mengancam nyawa.
Kini publik menantikan langkah serius pemerintah daerah dalam memperbaiki kondisi sanitasi dan memperluas program pemberian obat cacing, agar tragedi yang dialami Khaira dan kakaknya tidak terulang pada anak-anak lain di Indonesia.
- Balita
- kesehatan anak
- cacingan
- cacing gelang
- penyakit cacingan
- rsud m yunus
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Penyebab Kematian Balita di Sukabumi, Ngerinya Cacingan Bukan Sekadar Penyakit Sepele Tapi Jadi Pembunuh dalam Diam!
-
Balita di Bengkulu Keluarkan Cacing dari Mulut dan Hidung, Rumitnya Masalah Gizi Anak Indonesia yang Selama Ini Terabaikan
-
Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan Haul Datu Kalampayan, Randurlap Disiagakan
-
Cara Cek Penerima Bansos Kesra Rp900.000 Periode Oktober-Desember 2025 di Aplikasi dan Website Kemensos
-
Kementerian LH Segel PT PMT di Kawasan Industri Cikande Diduga Sumber Pencemaran Zat Radioaktif Cesium-137
-
Basarnas Gelar Simulasi Karambol untuk Tingkatkan Kemampuan SAR
-
Dana Desa, Diusulkan untuk Cegah Stunting
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.